Miris, Kakak-Adik di Medan Alami Penyakit Kulit Aneh

171
Haikal dan Zakira

garudaonline-Medan | Sekujur tubuh kakak beradik di Kota Medan luka terkena penyakit kulit viral di media sosial. Mirisnya orang tua mereka tak memiliki biaya untuk membawa kedua bocah malang itu berobat.

Sang kakak laki-laki bernama Haikal (8) dan adiknya bocah perempuan bernama Zakira (3) hanya bisa berdoa, agar mereka bisa sembuh.

“Ya Allah, berikan kami rezeki. Agar bisa beli susu, beli jajan dan tolong kami berobat, biar kami cepat sembuh,” ucap Zakira dalam video yang beredar, Sabtu (3/7/2021).

Ibu kedua bocah tersebut, Nisa (27) mengaku sejak kecil anaknya mengalami penyakit kulit, yang diawali benjolan di bagian tubuhnya. Namun kondisi tubuh kedua anaknya semakin parah.

Tapi nggak separah seperti sekarang. Seiring bertambah usia benjolan itu menyebar ke seluruh tubuh. Anehnya benjolan juga memebesar dan mengelupas.

“Keluhannya kalau lagi kumat sakitnya sakitlah, kalau pecah ya terkelupas, nampak terkelupas kulitnya lebar terkelupas, pedihlah, pasti sakit. Anak saya terus menangis,” ujar Nisa.

Selain itu, kata Nisa, akibat penyakit ini bagian tubuhnya anaknya juga cacat. Padahal saat dilahirkan kondisinya normal.

“Karena kalau sekarang dia maaf cakapnya, jari-jarinya rusak. Kukunya nggak ada, kalau lahirnya dulu normal, kayak anak biasa gitu,”ujarnya

Nisa menjelaskan, sudah membawa anaknya berobat ke beberapa rumah sakit, namun belum diketahui penyebab pasti penyakit kedua anaknya.

“Lain-lain jawaban dari tim medis. Ada yang bilang virus, ada yang bilang kanker, ada yang bilang keturunan,” ujar Nisa yang merupakan warga Kabupaten Mandaling Natal.

Saat ini dia mengaku tidak sanggup membiayai perobatan anaknya. Sebab suaminya hanya seorang buruh tani, penghasilannya hanya cukup bagi biaya hidup dan membeli susu Zakira

.“Biaya jadi kendala, karena tidak sanggup bayar BPJS, bukan belum diurus,” jelasnya Nisa yang saat ini tinggal di Medan, tempat adiknya untuk meminta bantuan.

Namun bantuan juga tidak kunjung dia dapat. Dia sangat berharap ada pihak yang mau membantu anaknya.

“Saya harap, bisa dilihat bapak gubernur, karena saya pribadi di Kabupaten Mandailing nggak ada respon dari pemerintahnya. Harapannya saya bapak gubernur bantu  kesembuhan anak ini,” katanya.(nor)

Berita sebelumyaDipimpin Ahmad Fauzan, PAN Sumut Jalin Silaturahmi dengan PW Alwashliyah
Berita berikutnyaPPKM Darurat Diterapkan di Seluruh Jawa Timur Mulai 3 Juli 2021