Ngeri! Gegara Pohon Pinang Ditebang, Anak Tebas Kepala Ayahnya Pakai Parang

484

garudaonline – Nias | Seorang pria di Kabupaten Nias, Sumatera Utara tega menebas kepala ayahnya pakai parang sebanyak 3 kali.

Peristiwa ini dipicu ketidaksenangan pelaku MH (53) warga Dusun II, Desa Hililawae Kecamatan Idanogawo, pohon pinangnya ditebang ayahnya (korban) TH (80).

“Peristiwa ini terjadi Rabu (17/3/2021) sekira pukul 18.00 WIB. Sebelumnya, pelaku berangkat dari rumah ke kebun miliknya untuk menderes karet,” kata Kasubbag Humas Polres Nias, Aiptu Yansen Hulu, Sabtu (20/3/2021).

Setelah selesai, sambungnya, pelaku pindah ke kebun milik adik ketiganya yang sudah meninggal. Kebun itu ditanaminya kopi, pinang, serta nilam.

Ketika itu, pelaku melihat tanaman pinangnya telah ditebang diduganya dilakukan ayahnya. Selama ini, korban berulang kali melarang pelaku mengerjakan kebun tersebut karena bukan bagiannya.

Tapi, larangan korban tidak dihiraukan pelaku. Ia justru membuatnya emosi. Pelaku langsung bergegas ke rumah ayahnya sambil membawa parang.

Sekira 10 meter dari rumah korban, pelaku melempari dinding dan jendela kediaman ayahnya itu menggunakan batu hingga berulang kali.

Pelaku kemudian menghampiri ayahnya yang sendirian di rumah. Ia lalu berujar, ‘sungguh terlalu hatimu ini, iri sekali hatimu pada tanaman orang’.

Korban menjawab, “bagaimana bukan kebunku, kenapa pembantumu saya membersihkan kebun itu, kan ada tanaman ku di dalam kebun itu’. Kemudian korban keluar dari dalam rumah juga dengan sebilah parang di tangannya.

Yansen menyebutkan, warga sekitar yang mendengar keributan ini sempat mencoba untuk menenangkan keduanya.

Sehingga korban kembali masuk ke dalam rumah, sedangkan tersangka berjalan menjauh ke arah rumahnya.

Tetapi, tiba-tiba saja korban berlari keluar rumahnya mengejar tersangka dengan memegang besi panjang di tangan kanan dan sepotong kayu di tangan kiri.

Pelaku yang mendapatkan pukulan di badan dan kakinya langsung mengeluarkan parang dari sarung dan kemudian membacok kepala ayahnya sebanyak 3 kali.

Korban yang terluka kemudian melepas alat di tangannya dan berusaha merebut parang milik pelaku.

Namun karena pelaku lebih kuat, mendorong badan korban ke bawah dan menindihnya, lalu korban berteriak meminta tolong.

“Saksi yang mendengar teriakan korban langsung berlari keluar rumah. Saat itu pelaku terlihat telah menindih korban dan parang telah diangkat untuk kembali dibacokan ke arah kepala ayahnya,” jelasnya.

Saksi bernama Yaatulo Hura alias Ama Kurnia yang melihat itu langsung merebut parang tersangka sembari memintanya agar jangan diteruskan. Mendengar bujukan itu, pelaku pun melepas parang miliknya, kemudian pulang ke rumah.

“Sedangkan korban kemudian diangkat ke teras rumah, dan bersama anaknya yang lain dibawa ke puskesmas selanjutnya dirujuk ke RSUD dr M Thomsen Nias. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis,” terangnya.

Sementara, lanjut Yansen, Polsek Idanogawo yang mendapatkan Informasi tentang penganiayaan tersebut langsung mendatangani puskesmas.

Setelah mendapatkan keterangan awal, pelaku langsung diamankan dari rumahnya berikut barang bukti sebilah parang.

Atas perbuatannya, tersangka ditahan dan dipersangkakan melanggar Pasal 351 Ayat (2) dari KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 5 tahun.

(DED)

 

Berita sebelumya4 Tahun Buron, Pembunuh Wanita di Pancur Batu Ditangkap
Berita berikutnyaKekerasan Seksual Melonjak, RUU PKS Harus Disahkan