Nilai Ekspor Sumut Menurun 9,52 Persen

317
Ilustrasi

garudaonline – Medan | Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada September 2021 mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2021, yaitu dari US$1,16 miliar menjadi US$1,05 miliar atau turun sebesar 9,52 persen.

“Akan tetapi bila dibandingkan dengan September 2020, ekspor Sumatera Utara mengalami kenaikan sebesar 37,22 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) Syech¬†Suhaimi, Selasa (2/11).

Syech mengatakan golongan barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar Sumatera Utara pada September 2021 terhadap Agustus 2021 adalah bahan kimia organik sebesar US$5,97 juta (10,91%).

“Ekspor ke Tiongkok pada September 2021 sebesar US$185,47 juta diikuti Amerika Serikat US$117,21 juta dan India US$89,14 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,44 persen. Kemudian pada September 2021, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai US$386,70 (36,95%),” paparnya.

Syech menambahkan untuk nilai impor melalui Sumatera Utara pada September 2021 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar US$401,46 juta atau turun sebesar 13,52 persen dibandingkan Agustus 2021 yang mencapai US$464,23 juta.

“Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami kenaikan sebesar 20,96 persen. Nilai impor menurut golongan penggunaan barang September 2021 dibanding Agustus 2021, barang modal turun sebesar 40,82 persen, bahan baku/penolong turun sebesar 10,35 persen dan barang konsumsi turun sebesar 9,80 persen,” jelasnya

Kemudian, pada September 2021, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar adalah gandum sebesar US$28,89 juta (1.823,07%). Dan yang mengalami penurunan terbesar adalah golongan mesin/pesawat mekanik yakni sebesar US$23,60 juta (-39,21%).

“Sementara nilai impor pada September 2021 dari Tiongkok merupakan yang terbesar yaitu US$104,15 juta dengan perannya mencapai 25,94 persen dari total impor Sumatera Utara, diikuti Malaysia sebesar US$54,82 juta (13,65%) dan Thailand sebesar US$27,85 juta (6,94%),” bebernya.

(Nor)

Berita sebelumyaDitelantarkan Tekong, Puluhan Pekerja Migran Ilegal Gagal ke Malaysia
Berita berikutnyaKapolres Batu Bara Bersama KSJ Bangun Rumah Nek Nilam dan Wonasih