Nilai Tukar Petani di Sumut Naik 0,63% di Januari 2022

72
Dinar Butar-butar. (Ist)
Dinar Butar-butar. (Ist)

garudaonline – Medan | Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumatera Utara pada Januari 2022 tercatat sebesar 126,75 atau naik 0,63 persen dibandingkan dengan NTP Desember 2021, yaitu sebesar 125,95. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.

“NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi,” kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, Dinar Butar-butar, Kamis (10/2/2022).

Dia menyebutkan kenaikan NTP Januari 2022 disebabkan oleh naiknya NTP pada tiga subsektor, yaitu NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 1,27 persen, NTP subsektor Peternakan sebesar 0,61 persen, dan NTP subsektor Perikanan sebesar 0,60 persen.

“Sementara itu, NTP subsektor Tanaman Pangan turun sebesar 0,09 persen dan NTP subsektor Hortikultura turun sebesar 2,05 persen,” jelas Dinar.

Disebutkan Dinar, pada Januari 2022, terjadi inflasi pedesaan di Sumatera Utara sebesar 0,62 persen. Sedangkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Sumatera Utara Januari 2022 sebesar 125,78 atau naik sebesar 0,72 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Sementara itu, survei harga produsen gabah di Sumut pada Januari 2022 telah mencatat 80 observasi transaksi penjualan gabah di 13 kabupaten terpilih dengan komposisi terbanyak didominasi oleh Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 39 observasi (48,75%), diikuti oleh Gabah Kualitas GKG sebanyak 26 observasi (32,50%), dan Gabah Kualitas Rendah sebanyak 15 observasi (18,75%).

Di tingkat petani pada Januari 2022, harga tertinggi senilai Rp. 6.200 per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Mustaban di Kabupaten Serdang Bedagai. Sedangkan harga terendah senilai Rp. 4.300 per kg berasal dari Gabah Kualitas GKP varietas Inpari 32 di kabupaten Simalungun.

“Sedangkan di tingkat penggilingan pada Januari 2022, harga tertinggi senilai Rp. 6.300 per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Mustaban di Kabupaten Serdang Bedagai. Sedangkan harga terendah senilai Rp. 4.350 per kg berasal dari Gabah Kualitas GKP varietas Inpari 32 di kabupaten Simalungun,” paparnya.

Adapun rata-rata harga gabah kelompok kualitas Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani mengalami kenaikan sebesar 1,47 persen dari Rp. 5.383 per kg pada Desember 2021 menjadi Rp. 5.462 per kg pada Januari 2022. Kelompok kualitas Gabah Kering Panen (GKP) juga mengalami kenaikan sebesar 6,47 persen dari bulan sebelumnya yaitu dari Rp. 4.610 per kg menjadi Rp. 4.908 per kg.

“Rata-rata harga gabah kelompok kualitas Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat
penggilingan mengalami kenaikan sebesar 1,80 persen dari Rp. 5.453 per kg pada Desember 2021 menjadi Rp. 5.551 per kg pada Januari 2022. Kelompok kualitas Gabah Kering Panen (GKP) juga mengalami kenaikan sebesar 6,14 persen,” pungkasnya. (Nor)

Berita sebelumyaElektabilitas Airlangga dan Golkar Tertinggi di Pemilu 2024
Berita berikutnyaPolda Sumut Gelar Vaksinasi Booster Kerjasama Gojek dan Poltekpar