Novalia Rudiyani Dituntut 2 Tahun Atas Kasus Penipuan Rp30 Juta

232

garudaonline – Medan | Terdakwa Novalia Rudiyani dituntut selama 2 tahun penjara. Wanita berhijab ini dinilai terbukti melakukan penipuan terhadap Santi Juliana (korban) sebesar Rp30 juta.

“Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Novalia Rudiyani selama 2 tahun,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengganti, Emmy Khairani Siregar di Ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (30/3/2021).

Selain itu, Emmy meminta majelis hakim yang mengadili perkara tersebut agar melakukan penahanan terhadap terdakwa.

“Meminta majelis hakim agar melakukan penahanan terhadap terdakwa,” cetus JPU dari Kejari Medan tersebut.

Menurut Emmy, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 378 KUHPidana Tentang Penipuan.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim yang diketuai oleh Hendra Sipayung Sutardodo menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi).

Dalam dakwaan JPU Elisabeth Berliana, pada Maret 2017, terdakwa Novalia Rudiyani meminjam uang kepada Santi Julianti sebesar Rp 5.000.000, dengan alasan untuk membayar utang.

Sebagai teman, Santi menolongnya dan mentransferkan uang sebesar Rp 5.000.000, ke rekening BCA milik terdakwa. Terdakwa berjanji akan menggembalikan uang pinjaman tersebut pada April 2017.

“Sebelum pinjaman pertama dikembalikan, pada Mei 2017, terdakwa kembali meminjam uang kepada Santi sebesar Rp 4.000.000, dengan alasan untuk membuka bazzar namun tidak memiliki modal. Kali ini, terdakwa berjanji akan mengembalikan uang tersebut pada Juni 2017, sampai bazzar selesai,” ujar JPU.

Santi kembali mentransfer uang ke terdakwa. Terdakwa terus menerus meminjam uang kepada Santi dengan alasan berbeda-beda.

Dengan rincian yakni pada Juli 2017 sebesar Rp 3.000.000, Agustus 2017 Rp 5.000.000, November 2017 Rp 4.500.000, Januari 2018 Rp 1.750.000, Februari 2018 Rp 350.000, April 2018 Rp 4.000.000 dan April 2018 Rp 2.000.000.

“Ketika Santi menagih uang pinjaman tersebut, terdakwa tidak mengembalikannya. Sehingga perbuatan terdakwa dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Akibat perbuatan terdakwa, Santi mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp 30.000.000,” pungkas Elisabeth.

(rd)

Berita sebelumyaDipecat Tanpa Pesangon, Mantan Karyawan PT AJB Ajukan Tripartit
Berita berikutnyaJelang Ramadan, Kapolda Jatim Gelar Silaturahmi dengan AUMA dan AUTADA