Oknum Pegawai Rutan Madina Ditangkap Polisi Usai Aniaya Santri

165
Santri korban penganiayaan

garudaonline – Natal | Polsek Natal menangkap DG, oknum pegawai Rumah Tahanan (Rutan), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut).

Pria tersebut diduga menganiaya SR (14), Santri Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Madina.

Kapolsek Natal AKP P Simatupang membenarkan perihal penangkapan DG. Saat ini katanya, DG tengah menjalani pemeriksaan.

“Betul sudah diamankan. Kita amankan pada Senin (20/9/2021) malam. Sekarang masih dalam pemeriksaan,” kata Simatupang, Selasa (21/9/2021).

AKP P Simatupang membenarkan bahwa DG merupakan pegawai Rutan Natal.

“Betul, DG petugas Rutan Natal,” jelasnya.

Penganiayaan yang diduga dilakukan DG terhadap SR terjadi pada Senin 20 September 2021 di Jalan Lintas Natal Muara Batang Gadis, Desa Panggautan, Madina.

Saat itu, korban yang sedang libur sekolah membawa becak bermotor ke bengkel. Saat berada di tikungan Panggautan, becak yang dikendarai korban tanpa sengaja menyenggol mobil milik DG hingga penyok.

SR pun jatuh dan tersungkur ke jalan. Melihat peristiwa itu, masyarakat yang berada di lokasi menolong SR dan akan membawanya ke rumah rumah sakit menggunakan becak.

Tetapi, tiba-tiba di tengah perjalanan, DG menghentikan becak yang membawa SR. Di sana DG memaksa agar SR naik ke mobil. Kemudian, DG membawa korban ke dekat sungai.

Di lokasi tersebut, SR dianiaya. Bocah itu dipukuli dan bagian perutnya diinjak. DG juga mengancam akan membunuh SR jika melaporkan kejadian itu ke orang lain. Akibat perbuatan DG, SR mengalami luka di bagian wajah. Keluarga SR lantas membuat laporan ke Polsek Natal.

(Nor)

Berita sebelumyaJaksa Sebut Akta Nomor 8 Tak Sesuai Prosedur, PH Korban Minta Polisi Terbitkan DPO
Berita berikutnyaMadina Turun ke Level 2, Kapolda Sumut: Terima Kasih Seluruh Warga