Pacari dan Lakukan Hubungan Intim dengan Anak di Bawah Umur, Oknum Mahasiswa Dituntut 12 Tahun

166
Ilustrasi pengadilan. (iStockphoto/Michał Chodyra)

garudaonline – Medan | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Priono Naibaho menuntut oknum mahasiswa di Medan, Jono (bukan nama sebenarnya) selama 12 tahun penjara dan denda sebesar Rp 60 juta subsider 3 bulan kurungan.

Dia dinilai terbukti memacari dan melakukan hubungan intim dengan anak di bawah umur. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang virtual di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (22/9/2021).

“Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama 12 tahun dan denda Rp 60 juta subsider 3 bulan kurungan,” tandas JPU.

Menurut Chandra, terdakwa terbukti melanggar Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 76 D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, sebagaimana dakwaan kesatu.

“Yakni melakukan tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain,” pungkas JPU dari Kejari Medan itu.

Usai mendengarkan tuntutan, Hakim Ketua, Denny Lumban Tobing melanjutkan persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa maupun penasihat hukumnya.

Dalam dakwaan JPU Chandra, berawal dari perkenalan terdakwa dengan gadis jelita yang masih di bawah umur bernama Layla (bukan nama sebenarnya) di Facebook (FB) pada tahun 2020 lalu.

Seiring berjalannya waktu, suasana keakraban di antara insan berlainan jenis tersebut semakin tumbuh dan berkembang hingga melangkah sampai tahap pacaran.

Layla bahkan ikut membantu dan menemani terdakwa mempersiapkan berkas saat akan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa Medan. Namun tak lama, terdakwa mengungkapkan hasratnya untuk melakukan hubungan intim layaknya suami istri kepada Layla.

Wanita jelita itu dibawa ke kamar hotel di kawasan Padang Bulan Medan. Keduanya pun larut dalam kenikmatan biologis. Setelah selesai, keduanya pulang ke rumah masing-masing.

Tidak sampai di situ, terdakwa bahkan nekat ke rumah Layla secara diam-diam untuk mengulangi kenikmatan biologis tersebut. Beberapa hari kemudian, terdakwa mengajak korban untuk kembali mengulangi hubungan suami istri dan sempat ditolak.

Meski begitu, terdakwa bersikeras mendatangi rumah Layla jam 02.00 WIB. Terdakwa juga sudah membeli alat kontrasepsi jenis kondom. Sayangnya, salah seorang anggota keluarga Layla tidak menemukan si gadis jelita di kamar tidurnya.

Terdakwa pun dipergoki di lantai III, hingga terdakwa dan berusaha kabur. Namun, terdakwa berhasil dibekuk. Tak terima dengan perbuatan terdakwa, kasus tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.

(RD)

Berita sebelumyaBeda Nasib, Napi Lapas Tanjung Gusta yang Kendalikan Sabu 52,6 Kg Dihukum Mati, 5 Terdakwa Lain Seumur Hidup
Berita berikutnyaOknum Dokter Pakai Plat Milik Konsulat Rusia Diduga Palsu, Pengamat: Penyalahgunaan Jabatan Bisa Dipidana