Paman yang Tikam Ponakan Hingga Tewas Dituntut 15 Tahun Penjara

220
Terdakwa Syaiful alias Iful saat mendengarkan tuntutan

garudaonline – Medan | Syaiful alias Iful (50) dituntut selama 15 tahun penjara setelah menikam ponakannya Muhammad Syidik hingga tewas tewas.

Tuntutan terhadap warga Jalan Gulama Lingkungan XV Pasar Baru, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan ini dibacakan di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (23/8/2021).

“Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa¬†Syaiful alias Iful selama 15 tahun,” tandas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Christian Sinulingga dalam sidang virtual.

Di hadapan Hakim Ketua, Hendra Sutardodo, JPU dari Kejari Belawan ini menyatakan bahwa perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 338 KUHPidana Tentang Pembunuhan.

Usai mendengar tuntutan, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa maupun penasehat hukumnya.

“Kami melakukan pembelaan secara tertulis, yang mulia,” ujar penasehat hukum terdakwa.

Dalam dakwaan JPU Christian Sinulingga, awalnya terjadi perkelahian antara Muhammad Syidik (korban) dengan terdakwa Syaiful alias Iful.

Saat itu, terdakwa merasa disepelekan karena kepalanya dipukul di depan umum oleh keponakannya.

Perkelahian tersebut dipisahkan oleh warga dan terdakwa pulang ke rumah.

“Karena masih emosi atas perilaku keponakannya, terdakwa mengambil pisau dan pergi mencari korban untuk mengancam,” ujar JPU.

Ketika bertemu di Jalan Kakap, korban menantang terdakwa dengan berkata: ‘kau menikam aku’ sambil menarik baju ke atas dan menyodorkan perutnya.

Melihat hal tersebut, terdakwa yang emosi karena merasa ditantang secara spontan menikam perut korban dengan pisau sebanyak satu kali.

Korban yang terluka melakukan perlawanan dan melarikan diri menuju Jalan Bandeng sehingga dikejar terdakwa.

“Sesampainya di persimpangan depan kedai nasi Jamila, Jalan Bandeng, korban yang terluka meminta bantuan Supiyanto agar dibawa ke rumah sakit,” cetus Sinulingga.

Selanjutnya, Supiyanto membawa korban dengan menggunakan kereta ke Rumah Sakit PHC Belawan. Saat dilakukan penanganan medis, korban meminta Supiyanto untuk menjemput ibunya.

Supiyanto berinisitif pergi ke Polsek Belawan untuk melaporkan kejadian tersebut.

Namun, saat Supiyanto bersama dengan petugas kepolisian tiba di rumah sakit, korban telah dinyatakan sudah meninggal dunia.

(RD)

Berita sebelumyaBobby: Muthia Zahwa dan Rifaldy Prayoga Membanggakan Kota Medan
Berita berikutnyaTerbukti Korupsi, Mantan Kades Lobu Rambah Divonis 4 Tahun 6 Bulan