Pangdam V Brawijaya-Kapolda Jatim Dampingi Menko Polhukam Cek Prokes dan Pengamanan Gereja di Surabaya

146
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mendampingi kunjungan kerja Menko Polhukam Mahfud MD ke Surabaya dalam rangka mengecek prokes dan pengamanan gereja

garudaonline – Surabaya | Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta pagi tadi mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melakukan pengecekan protokol kesehatan (Prokes) dan pengamanan Gereja di Kota Surabaya.

Selain Pangdam dan Kapolda, turut serta Kabinda Marsma Rudi Iskandar dan Sekda Prov Jatim Heru Tjahjono. Adapun kedua tempat yang mendapat kunjungan Menko Polhukam adalah Gereja Katedral Hati Kudus Yesus, Jalan Polisi Istimewa dan Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jalan Diponegoro, Kota Surabaya.

Dalam kunjungannya, mantan Ketua MK tersebut melakukan pengecekan prokes saat ibadah misa berlangsung. Selain itu, ia juga mengucapkan selamat natal kepada umat Nasrani.

“Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk berkunjung ke tempat ini untuk memastikan dan menyaksikan persiapan pelaksanaan ibadah Natal berjalan dengan baik dan aman,” kata Mahfud di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus, Sabtu (25/12/2021).

Mahfud mengatakan bahwa di Indonesia semua pemeluk agama dan lembaga-lembaga keagamaan mendapat perlindungan yang sama dari negara. Hal ini dikarenakan masyarakat dapat menentukan pilihan agama sesuai kepercayaannya.

“Kalau negara agama itu satu negara yang diatur dan dikuasai dengan sistem satu agama. Tetapi di Indonesia merupakan negara Pancasila dimana agama dan para pemeluknya dilindungi hidupnya, karena asumsinya semua agama itu membawa ajaran kebaikan,” tutur Mahfud.

Guru Besar Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini mengaku senang setelah mendapat laporan dari Forkopimda provinsi Jatim bahwa sampai saat ini perayaan ibadah Natal di Jawa Timur berjalan kondusif dan aman.

“Ada kegembiraan pada perayaan Nataru pada tahun ini daripada tahun kemarin. Saat ini bisa ibadah di Gereja sementara tahun lalu harus secara online. Namun hal ini harus tetap kita jaga agar tidak terjadi lonjakan Covid-19 pasca Nataru,” pungkasnya.

(rel/wan)

Berita sebelumyaGubsu Edy Rahmayadi Ajak Jemaah Haul Tuan Guru Besilam Taati Prokes
Berita berikutnyaKader PDIP yang Aniaya Pelajar SMA di Medan Jadi Tersangka