Pelindo 1 Gelar Uji Kompetensi SDM

217

garudaonline – Medan | PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo 1 berupaya terus mendorong kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam kegiatan kepelabuhanan.

Pelindo 1 bersama dengan Kesyahbandaran Utama Belawan dan Indonesian Maritime Pilots Association (INAMPA) berkolaborasi untuk melaksanakan penyegaran pengujian komunikasi bahasa Inggris dan soft skill kepada perwira pandu, nahkoda kapal patroli KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai), operator VTS (Vessel Traffic Service), crew kapal pandu dan tunda.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu tanggal 8-9 Maret 2021 di Graha Pelindo 1 Medan dengan jumlah peserta 56 orang yang dibagi dalam 2 sesi. Metode pelatihan dengan pengujian dan soft skill writing test, listening dan speaking serta kemampuan soft skill, berupa ceramah diskusi dan simulasi.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1 Ridwan Sani Siregar menyampaikan pihaknya menyambut baik kegiatan peningkatan kompetensi yang dilaksanakan saat ini. Kegiatan itu sesuai dengan komitmen Pelindo 1 yang selalu mengedepankan pelayanan baik dari sisi sumber daya manusia maupun keamanan dan keselamatan pelayaran. Terlebih sejak tahun 2016, Kemenhub telah menunjuk Pelindo 1 sebagai operator yang melakukan pemanduan kapal asing dan domestik di Selat Malaka.

“Salah satu fokus Pelindo 1 di tahun 2021 ini adalah mengembangkan bisnis Marine Services, yang bertujuan untuk memaksimalkan manfaat ekonomi Selat Malaka sebagai salah satu selat tersibuk di dunia. Program ini salah satunya ditujukan untuk memotivasi dan memperkuat pelayanan khususnya pemanduan Selat Malaka dan Singapura dan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi masing-masing pihak. Program ini nantinya akan dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya, Senin (8/3/2021).

Saat ini bisnis Marine Services Pelindo 1 di Selat Malaka dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang meliputi 127 orang pilot/pandu bersertifikat dan berpengalaman, 35 unit kapal pandu, 22 unit kapal tunda, 30 unit pilot portable unit, 10 unit automatic identification system (AIS), dan 12 VTS stations.

Perairan Selat Malaka merupakan salah satu jalur laut paling penting di Kawasan Asia Tenggara. Memiliki panjang  550 mil laut, jalur ini merupakan jalur sempit yang sangat sibuk, sehingga rawan terjadi kecelakaan. Pada tahun 2017, Indonesia telah ditetapkan sebagai pelaksana pemanduan terhadap kapal yang melintas Selat Malaka. Hal ini menjadikan pemanduan di wilayah Selat Malaka menjadi sangat penting terutama dalam menjamin keselamatan pelayaran bagi kapal-kapal yang berlayar serta menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

“Petugas pandu, operator VTS perwira pandu, nahkoda kapal patroli KPLP serta crew kapal pandu dan tunda merupakan pihak-pihak yang pertama kali berkoordinasi dan berinteraksi  dengan kapal asing yang masuk ke Pelabuhan Belawan. Tentu efektifnya interaksi ditentukan adanya kesepahaman dalam berkomunikasi,   sehingga skill dalam bahasa Inggris sangat menentukan. Harapannya pengguna jasa yang masuk ke Pelabuhan Belawan mendapatkan layanan yang excellent dan tergambar adanya kolaborasi yang maksimal,” ucap Kepala Syahbandar Utama Belawan, Capt. Jhonny Silalahi.

(nor)

Berita sebelumyaRapim Kodam I/BB: Wujudkan Satuan Responsif, Adaptif dan Berintegritas
Berita berikutnya6 Daerah di Sumut Siap Laksanakan PPKM Mikro