Pembawa Sabu 50 Kg ke Jakut Dituntut Hukuman Mati

165
Terdakwa, Hans Wijaya alias Hans mendengarkan tuntutan secara online. (Ist) 
Terdakwa, Hans Wijaya alias Hans mendengarkan tuntutan secara online. (Ist) 

garudaonline – Medan | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Tarigan menuntut terdakwa Hans Wijaya alias Hans dengan pidana mati.

Warga Komplek Pondok Ungu Permai Blok DD 2 Nomor 18 Kelurahan Kali Abang Tengah Kecamatan Bekasi Utara Jawa Barat (Jabar) ini dinilai terbukti membawa atau mengantarkan narkotika jenis sabu seberat 50 kg dan pil ekstasi sebanyak 25.000 butir.

“Menuntut, meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Hans Wijaya alias Hans dengan pidana mati,” ujar JPU dalam sidang online di Ruang Cakra IV Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (11/5/2021).

Dalam amar tuntutannya, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas narkotika dan merusak para generasi muda. Sedangkan hal meringankan, tidak ada.

“Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” ucap Maria. Usai membacakan tuntutan, majelis hakim yang diketuai oleh Ahmad Sumardi menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa maupun penasehat hukumnya.

Dalam dakwaan JPU Maria Tarigan dan Novrika, pada Agustus 2020, petugas Ditres Narkoba Polda Sumut melakukan pengembangan terhadap perkara sabu yang dilakukan oleh Daniel Edi Johannes (berkas terpisah) seberat 23.000 gram (23 kg).

Lalu, petugas melakukan penyelidikan sejak tanggal 8 Agustus 2020, tentang keberadaan pelaku lain di daerah Tanjung Balai.

“Namun pelaku (terdakwa Hans Wijaya alias Hans) tidak berhasil ditangkap karena kapalnya berangkat menuju ke Jakarta. Sehingga petugas mengikuti pelaku sampai ke Jakarta,” ujar JPU.

Seminggu kemudian sekitar jam 03.00 WIB, terdakwa diketahui sedang berada di rumah kontrakan, Pondok Ungu Permai Blok DD 2 Nomor 18 Kelurahan Kali Abang Tengah Kecamatan Bekasi Utara Jabar.

Saat itu, terdakwa mendapat telepon dari Alux (berkas terpisah) dan disuruh untuk menjemput paket narkotika ke daerah Pasar Kalibaru Cilincing Jakarta Utara (Jakut).

Mendapat perintah itu, terdakwa menjemput paket sabu tersebut berisi dua karung goni dan satu box plastik.

“Barang haram tersebut disimpan di bagasi belakang mobil. Namun, saat terdakwa sedang mengendarai mobil di pinggir Jalan Kalibaru Barat 7 Cilincing Jakut, tiba-tiba ada mobil lain yang menghalangi,” cetus Maria.

Setelah mobil yang dikendarai terdakwa berhenti, beberapa petugas kepolisian berpakaian preman langsung melakukan penangkapan. Petugas juga melakukan penggeledahan di dalam mobil yang dikendarai terdakwa.

“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua karung goni plastik warna putih yang di dalamnya terdapat dua tas jinjing plastik warna merah dan hijau muda berisi 50 bungkus plastik dalam kemasan warna hijau berisi sabu seberat 50.000 gram (50 kg). Selain itu, ditemukan juga satu box plastik transparan yang di dalamnya terdapat 5 bungkus plastik bening tembus pandang berisi pil ekstasi dengan bentuk kotak sebanyak 25.000 butir,” jelas JPU dari Kejatisu tersebut.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, petugas membawa terdakwa beserta barang bukti ke Ditres Narkoba Polda Sumut. (RD)

Berita sebelumyaKetua PAN Tapsel, H Borkat SSos MM Tak Pernah Lelah Bersedekah
Berita berikutnyaDirlantas Polda Sumut Cek 7 Pos Penyekatan Mudik Lebaran di Perbatasan Provinsi