Pemberangkatan Tertunda, Ekspor Karet Sumut Tertahan

352
foto: mediaperkebunan.id

garudaonline – Medan | Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara, Edy Irwansyah peningkatan ekspor tertahan karena adanya penundaan pengapalan (delay shipment) dari pengimpor.

“Kinerja ekspor karet asal Sumut sebenarnya masih bisa lebih besar lagi,” kata Edy, Senin (18/10/2021).

Dia menyebutkan kinerja ekspor komoditi karet asal Sumatera Utara tumbuh 1,9 persen di September 2021 lalu. Naik 521 ton dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 27.843 ton.

“Delay shipment karena kelangkaan palet-metalbox masih berlanjut. Sedangkan delay shipment karena mother vessel over space sudah mulai berkurang,” urainya

Namun secara kumulatif pada Januari-Septenber 2021 ada penurunan 1.658 ton (0,6%) dibandingkan dengan pada periode yang sama tahun 2020.

“Jepang menempati posisi pertama sebagai tujuan ekspor. Berikut adalah top 5 negara tujuan ekspor pada September 2021 : Jepang (25,9%), USA (20,6%), Brazil (9,2%), China (7,7%), Turki (4,6%),” paparnya.

Pengapalan pada Oktober 2021 ini, sambung Edy, masih diwarnai adanya delay sehipment. Kinerja ekspor karet di Oktober ini pun diprediksi masih tertahan.

“Apalagi kondisi ketersediaan bahan baku belakangan ini semakin memburuk. Kekurangan bahan baku tidak saja dialami oleh pabrik pengolahan karet di Sumatera Utara, di daerah lain juga mengalami hal yang sama,” ungkapnya.

(Nor)

Berita sebelumyaHiswana Migas : Distribusi BBM ke SPBU Berangsur Normal
Berita berikutnyaRektor Minta FITK UINSU Kembangkan Pendidikan Integratif Berbasis Wahdatul Ulum