Pembobol Toko Ponsel 168 di Labuhanbatu Ancam Bunuh Diri saat Ditangkap Polisi

97
Personel Reskrim Polres Labuhanbatu (kanan-kiri) merilis tersangka pencuri berikut barang buktinya

garudaonline – Rantauprapat | Tersangka pembobol Toko Ponsel 168 di Jalan Sirandorung, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara berhasil ditangkap personel Reskrim Polres Labuhanbatu.

Tersangka ARS (38) dibekuk polisi di rumahnya di Jalan Perisai Lingkungan Sipirok, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Utara sekitar 10 jam setelah kejadian.

Saat ditangkap, tersangka ARS sempat melakukan perlawanan dengan mengancam petugas pakai pisau egrek dan belati. Ia juga mengancam akan bunuh diri jika polisi tetap menangkapnya.

Namun setelah dilakukan negosiasi alot selama 3 jam, polisi akhirnya berhasil mengamankan tersangka lalu membawanya ke Mapolres Labuhanbatu bersama barang bukti hasil kejahatannya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti, S.I.K., M.H didampingi Kasatreskrimnya AKP Rusdi Marzuki, S.I.K., M.H dalam keterangan persnya, Jumat (23/9/2022) menjelaskan bahwa aksi pelaku dilakukan pada Minggu (18/9/2022) sekira pukul 09.30 WIB.

Modusnya pelaku terlebih memantau toko ponsel milik korbannya W (25) warga Jalan Lintas Kotapinang, Desa Perbaungan, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.

Setelah dirasa cukup aman, tersangka lalu masuk ke dalam toko dengan cara menarik paksa pintu bagian depan sampai terbuka.

Dari dalam toko, tersangka kemudian mengambil 3 unit HP dan uang sebanyak Rp37 juta. Setelah itu ia keluar. Namun pada saat keluar toko, tersangka dipergoki oleh salah seorang pegawai korban berinisial S.

Melihat itu, tersangka lantas mengancam saksi dengan sebilah pisau egrek. Di bawah ancaman senjata tajam, saksi tak berkutik dan hanya bisa diam di tempat.

Setelah tersangka kabur, saksi lalu melaporkan kejadian tersebut kepada majikannya. Medapat laporan dari anggotanya, korban langsung membuat laporan ke Polres Labuhanbatu. Dalam laporannya, korban mengaku mengalami total kerugian Rp.50.000.000.

Menerima laporan korban, personel Reskrim Polres Labuhanbatu di bawah pimpinan Kasatreskrimnya AKP Rusdi Marzuki, S.I.K., M.H langsung memburu tersangka dan berhasil mengangkapnya hanya dalam waktu kurang dari 10 jam setelah kejadian.

Dari rumah tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebanyak Rp.37.550.000, 3 unit Handphone, sebilah pisau egrek, sebilah pisau belati, dan 1 unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku merupakan residivis dan sudah 2 kali keluar masuk penjara. Ia juga mengaku nekat melakukan aksinya karena desakan ekonomi.

“Pelaku akan diproses dalam 3 perkara sekaligus. Dimana sebelum tertangkap, pelaku sudah dilaporkan ke Polres Labuhanbatu yaitu perkara pengancaman dan pencurian.”

“Untuk ancamannya Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun, 363 ayat 1 ke 5 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun dan 335 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun,” kata Kapolres.

(IK)

Berita sebelumyaDiperlukan Kolaborasi Telkom & Pemko Medan Lahirkan Inovasi Untuk Kepentingan Masyarakat
Berita berikutnyaAKBAR Sumut Unjukrasa ke Kantor Walikota Medan Tolak Kenaikan BBM