Pemko Medan Alokasikan Rp105 Miliar untuk Penanganan Stunting

154
Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman. [Ist]

garudaonline – Medan | Pemko Medan mengalokasi anggaran untuk pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi di tahun 2021 berkisar Rp105 miliar.

Saat ini terjadi penurunan jumlah balita stunting di Medan dari 491 kasus pada 2020 menjadi 393 kasus pada tahun ini.

“Terjadi penurunan kasus stunting di Medan yang saat ini menjadi 393 kasus. Ini merupakan hasil kolaborasi kita bersama, dari berbagai lintas sektoral terkait, bukan hanya kerja dari dinas kesehatan,” kata Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, Selasa (7/9/2021).

Menurut Aulia pada Tahun 2020, Pemkot Medan telah menganggarkan Rp71 miliar untuk kegiatan penanganan stunting di Medan. Namun banyak kegiatan tidak dapat terlaksana akibat Pandemi Covid-19.

“Dari Rp71 miliar yang dianggarkan, realisasinya kurang lebih 37 persen akibat pandemi Covid-19 yang melahirkan kebijakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat sehingga tidak terlaksananya beberapa program. Namun kami tetap berkomitmen mengalokasi anggaran untuk pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi di tahun 2021 sebesar kurang lebih Rp105 miliar,” jelasnya.

Bappenas telah menetapkan Medan sebagai salah satu kota perluasan lokus intervensi stunting terintegrasi di tahun 2020. Pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting di Medan dilakukan melalui pelaksanaan 8 aksi yakni analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, penerbitan perwal, pembinaan kader pembangunan manusia, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi data stunting, dan review kinerja tahunan.

(Nor)

Berita sebelumyaGelapkan Kereta Perusahaan, Mantan Karyawan PT Fritto Chicken Indonesia Divonis 5 Bulan
Berita berikutnyaKetua PA Stabat dan PWI Langkat Jalin Sinergi untuk Edukasi Masyarakat