Peran Guru yang Terus Berubah (1)

1203

Oleh : Dr Mardianto MPd dan Dr Amini MPd

Apa yang terbayang di benak kita, ketika mendengar kata ‘guru’ ? Seseorang yang mempunyai ilmu banyak dan tinggi, itulah guru.

Seseorang yang dapat menjadi contoh tauladan, tak pernah berbuat kesalahan di sanalah kita berguru, atau seorang yang selalu menyampaikan, membimbing dan memberi pengarahan bagaimana kita dapat mencapai cita-cita itu, juga disebut guru.

Bila kita berpikir, guru harus memiliki ilmu banyak dan tinggi. Itu artinya guru harus mempunyai tingkatan sekolah dari perguruan yang juga tinggi di dunia ini. Bahkan, sekolah guru sudah harus dilaluinya, pelatihan-pelatihan terus diikuti, mungkin juga seluruh seminar dan konferensi guru dihadiri.

Sementara, bila guru kita bayangkan adalah mereka yang menjadi contoh tauladan tanpa kesalahan, maka dalam kelompok sekecil apa pun, seorang di antara kita yang terbaik, maka itulah guru, karena darinya kita mendapatkan kebaikan.

Atau guru adalah yang mampu memberikan bimbingan terhadap apa yang kita miliki, mengarahkan potensi apa yang sedang kita kembangkan, dan juga menasihati atau mengendalikan sebagian kehidupan kita untuk masa depan.

Tak Kenal Pensiun

Maka, guru yang memiliki pengalaman panjang, bahkan menghadapi berbagai macam siswa dalam pembelajaran adalah mereka yang dengan senang hati terus-menerus mengabdikan diri dalam kegiatan tersebut. Dia tak kenal pensiun, kapan pun, di manapun. Seluruh ucapannya adalah untuk pengadian diri bagi pembelajaran dan pendidikan.

Tidak ada yang ideal di dunia ini, guru juga manusia, maka guru lahir dari orang tua, apakah itu keluarga guru atau tidak, semua keturunan manusia berhak memilih kariernya untuk menjadi guru. Itulah yang pertama.

Sementara pengalaman belajar, melihat dan memperhatikan orang sekeliling kita apabila kita temukan orang yang dapat menjadi tempat berlindung di saat kita kebingungan, maka dia selalu membayangi impian kita, dan mungkin ini bakal menjadi cita-cita untuk seorang guru.

Lantas, apakah idealnya seorang guru harus ditamatkan oleh lembaga formal ? Mungkinkah guru harus terhindar dari segala kesalahan, atau guru adalah orang yang dekat dengan kita, tahu apa yang harus dilakukan untuk dirinya dan umat sekelilingnya. Tidaklah selamanya demikian.

Lahirnya guru pemula dalam kegiatan pendidikan tidak dapat diukur dengan waktu, apalagi selembar ijazah. Guru sebagai pendidik adalah sebuah naluri, yang dengan alamiah memilih hidup sebagai abdi terhadap dirinya dan terhadap orang lain, tanpa berpilih.

Guru hari ini tidak hanya diukur dari kepiawaiannya menggunakan teknologi, akan tetapi mereka yang terus-menerus belajar tentang bagaimana memberikan hidup lebih berarti.

Akhirnya harus disadari, bahwa kita tidak tahu selamanya tentang harapan guru hari ini, agar lebih baik dari definisi guru pada masa sebelumnya. Namun, juga tidak ada yang menjamin bahwa harapan itu akan hadir juga di hari esok dan berbeda.

Setiap guru harus berubah ! Saya tidak mau berubah, maka saya bukan guru. Dan ternyata bayangan kita tentang guru terus berubah sampai kita tidak memerlukan guru lagi, atau mati.
Kita setuju guru tetap seorang pendidik.(Mardianto, Dekan FITK UIN SU Medan, Amini Dosen senior FKIP UMSU)

Berita sebelumyaJalan Rusak di Jalan Platina 1 Bukan Wilayah Medan
Berita berikutnyaResmikan Musala, Syah Afandin Didukung Terus Memimpin Langkat