Perekonomian Sumut Diperkirakan Tumbuh Positif Tahun Ini

129

garudaonline – Medan | Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan I-2021 tercatat -1,85% (yoy), lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar -2,94% (yoy). Realisasi ini masih lebih rendah dari nasional yang sebesar -0,74% (yoy) dan juga dari Sumatera yang sebesar -0,86% ( yoy).

“Secara spasial, Sumut lebih baik dari beberapa provinsi lain di Sumatera yang terkontraksi cukup dalam seperti di Lampung dan Aceh,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara (Sumut) Soekowardojo, Kamis (10/6/2021).

Di sisi lain, tambah Soekowardojo, sejalan dengan pola historisnya, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2021 secara triwulanan mengalami penurunan menjadi -0,22% (qtq) dari triwulan sebelumnya sebesar 0,05 persen (qtq). Pertumbuhan perekonomian triwulan I-2021 menunjukkan perbaikan dibanding triwulan sebelumnya.

“Dari sisi permintaan, perbaikan terutama disebabkan oleh ekspor didorong oleh geliat permintaan eksternal dari negara mitra dagang dan peningkatan harga komoditas terkonfirmasi oleh perkembangan indikator purchasing managers’ index (PMI) di AS, Singapura, Zona Eropa, dan Jepang,” jelasnya.

Di sisi lain, kontraksi lebih dalam terjadi pada konsumsi rumah tangga karena pada triwulan I-2020, efek pandemi belum berpengaruh pada masyarakat. Dari sisi penawaran, seluruh komponen utama mengalami perbaikan.

“Perbaikan industri pengolahan didorong oleh meningkatnya permintaan Tiongkok terhadap CPO menjelang Hari Raya Imlek. Perbaikan pertanian terjadi karena adanya musim panen beberapa komoditas utama,” sebutnya.

Meski menunjukkan adanya perbaikan, namun sektor perdagangan masih mengalami kontraksi yang cukup dalam sejalan dengan sisi permintaan diduga karena sepanjang triwulan I-2021, Sumatera Utara secara ketat melakukan PPKM Mikro.

Prospek perekonomian Sumatera Utara di triwulan II-2021, katanya, diproyeksikan lebih tinggi dari triwulan I-2021. Optimisme perbaikan mengindikasikan ekonomi dapat kembali tumbuh positif yang didukung oleh perkembangan berbagai indikator terkini serta adanya faktor base effect.

“Selain itu, terus menguatnya kinerja ekonomi dunia akan mendorong akselerasi produksi eksportir dari usaha tambang dan industri pengolahan. Usaha bangunan dan perdagangan juga akan mengalami akselerasi sejalan dengan semakin kondusifnya kegiatan operasional proyek baik PSN terkait infrastruktur, optimisme UUCK, dan ekspansi swasta, serta adanya HBKN Idul Fitri yang akan mendorong aktivitas penjualan eceran,” paparnya.

Dari sisi permintaan, membaiknya ekonomi secara umum akan menjaga pendapatan masyarakat dan penerimaan pajak bagi Pemerintah Daerah sehingga akan menopang konsumsi. Berdasarkan tracking terkini, kondisi perekonomian Sumatera Utara untuk keseluruhan tahun 2021 dapat terakselerasi dibandingkan 2020.

“Pertumbuhan tersebut diperkirakan menunjukkan indikasi positif sekitar 3-4,5% sejalan dengan optimisme perbaikan ekonomi global maupun nasional. Perbaikan ekonomi global tersebut diprediksi akan mendorong peningkatan ekspor dari lapangan usaha tradable,” ucapnya.

Selain itu, adaptasi kenormalan baru diikuti dengan program vaksinasi tidak hanya memberikan dampak kepada aspek kesehatan masyarakat tetapi diprakirakan turut memberikan dampak yang positif kepada perekonomian.

“Hal ini menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan mulai meningkatkan pertumbuhan konsumsi swasta dan investasi. Kebijakan pemerintah untuk memberikan stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang cenderung akomodatif diperkirakan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi,” bebernya.

(Nor)

Berita sebelumyaMenparekraf Dorong Pengembangan Wisata Sejarah di Toba
Berita berikutnyaGalian C di Karo, Dairi, Pakpak Bharat hingga Langkat Jadi Perhatian KPK