Peringati Bulan K3, Inalum Salurkan Bantuan Keselamatan Kerja untuk Petani dan Nelayan

105
Vice President CSR/PKBL Inalum, Ali Hasian menyerahkan secara simbolis bantuan keselamatan untuk nelayan di Kabupaten Batu Bara

garudaonline-Batu Bara | PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM menyalurkan berbagai peralatan keselamatan dan kesehatan kerja kepada kelompok nelayan dan kelompok tani di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Rabu (2/2/2022)

Program ini merupakan langkah perusahaan dalam merayakan Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Nasional 2022, sekaligus sebagai dukungan perusahaan dalam menciptakan keselamatan kerja dari masyarakat yang selama ini berdampingan dengan perusahaan.

Vice President CSR/PKBL INALUM, Ali Hasian dalam sambutannya menyebutkan, program ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pelaksanaan K3 dalam setiap aktivitas masyarakat di sekitar perusahaan.

INALUM berharap, dukungan ini akan membuat aktivitas nelayan dan petani terutama yang berada di sekitar aset perusahaan bisa tetap terjaga baik dari sisi keselamatan maupun dari sisi kesehatan.

Sebagai dukungan INALUM dalam merayakan Bulan K3 Nasional 2022 sekaligus sebagai perusahaan yang hidup berdampingan bersama nelayan dan petani di Kabupaten Batu Bara.

INALUM selalu berusaha berkomitmen untuk bisa menjadi rekanan dalam hal memberikan perhatian konkret dari sisi keselamatan dan kesehatan dalam setiap aktivitas mereka.

“Karena nelayan dan petani ini merupakan pihak-pihak yang dekat dan berdampingan dengan aset perusahaan sekaligus mereka adalah pihak yang selalu mendukung kinerja dari perusahaan,” ujar Ali Hasian.

Pada program ini, untuk nelayan INALUM memberikan 50 Ban Pelampung dan 50 Jas Hujan. Penyaluran bantuan ini disampaikan langsung di kantor Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batu Bara.

Ketua HNSI Batu Bara, Syafri Habni atau akrab disapa Haji Atw menyampaikan terima kasih kepada INALUM dan berharap bantuan ini bisa membantu nelayan di Batu Bara menjadi lebih produktif dan kesejahteraan menjadi lebih baik.

Terima kasih atas perhatian dari INALUM kepada keselamatan para nelayan di Batu Bara. Selanjutnya, HNSI Batu Bara akan menyalurkan bantuan ini kepada nelayan berada di enam kecamatan di Kabupaten Batu Bara.

“Kami juga berharap bahwa HNSI dan INALUM bisa terus bersinergi dan berkolaborasi untuk kesejahteraan nelayan,” ujar Syafri.

Selain menyerahkan bantuan kepada kelompok nelayan, INALUM juga menyalurkan bantuan alat keselamatan kepada para petani di desa Suka Ramai Kecamatan Air Putih, yang memiliki lahan tani di sekitar Jaringan Transmisi Listrik INALUM.

Bantuan yang diberikan antara lain 18 Pcs Sepatu Boots, 18 Pcs Kacamata Googles, 18 Pcs Masker Respirator, 18 Pcs Sarung Tangan dan 18 Topi Caping.

Kepala Desa Sukaramai, M Daud menyatakan bahagia atas perhatian INALUM terhadap petani yang berada di bawah jalur transmisi listrik INALUM.

Ia berharap bantuan ini akan membantu para petani untuk tetap aman dan tetap sehat dalam beraktivitas.

Terima kasih atas perhatian INALUM kepada petani di bawah jalur transmisi khususnya Desa Sukaramai di Kecamatan Air Putih Batu Bara, karena telah memberikan perhatian dalam bentuk bantuan kelengkapan kesehatan kerja bagi petani sehingga petani kami dapat menjalankan aktifitasnya dengan lebih aman.

“Selain bantuan ini, sebelumnya INALUM juga memberikan bantuan bedah rumah dan pelatihan untuk peningkatan skill masyarakat,” ujar Daud.

Selain memberikan bantuan untuk para petani, INALUM juga melakukan penyuluhan K3 kepada para petani.

Dokter perusahaan Ambarita menyampaikan, perhatian kepada K3 tidak hanya berlaku bagi kalangan pekerja di industri saja, tapi harus juga diterapkan seluruh kalangan karena akan berpengaruh pada kesehatan tubuh di masa depan.

Penggunaan alat kesehatan ini jangan dianggap remeh. Mungkin saat ini masih muda belum terasa efeknya, namun nanti ketika tua akan sangat berbahaya jika kita tidak menjaganya dari sekarang.

Contoh saat menyemprot tanaman, kita harus pakai masker respirator seperti yang sudah kita berikan ini. Karena jika tidak dipakai, bisa saja racun pestisida tadi masuk terhirup dan menjadi residu.

Sekaligus racun yang membahayakan tubuh kita, terutama ketika sudah tua nanti. “Intinya kita semua harus aware dengan kesehatan kita,” ujar Ambarita.
(SUSI)

Berita sebelumyaDi Tengah Pandemi, Kadin Kabupaten Batu Bara Terus Berbagi
Berita berikutnyaPlt Bupati Langkat Sambut Presiden Pada Peresmian Tol Binjai-Stabat