Permintaan Gas Oksigen Medis di Sumut Berkisar 40 Persen

109
Ilustrasi.
Ilustrasi.

garudaonline – Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Sumut dr Azwan Hakmi Lubis mengatakan stok gas oksigen medis di Sumatera Utara (Sumut) masih aman. Saat ini permintaan gas oksigen medis di Sumut berkisar 40 persen.

“Permintaan gas oksigen saat ini mencapai 40 persen. Jadi masih terbilang aman dan terkendali. Saat ini rumah sakit di Sumut pasokan gasnya berasal dari KIM Mabar Aneka Gas yang memasok untuk wilayah Sumatera dan Aceh,” kata Azwan, Selasa (6/7/2021).

Menurut Azwan pada Juni 2021 kemarin, permintaan gas oksigen medis sempat melonjak berada di angka 60 persen. Pasalnya saat itu BOR (bed occupancy rate) di Sumut juga tinggi.

“Tapi masih bisa ditangani. Tidak sampai terjadi kelangkaan gas oksigen. Jadi kita berharap ketersediaan gas ini harus terjaga,” jelasnya.

Azwan berharap penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro di Sumut bisa terlaksana dengan baik. Jangan sampai di Sumut diberlakukan PPKM Mikro Darurat.

“Karena itu kita imbau masyarakat tetap ikuti PPKM Mikro. Jangan sampai seperti Jakarta karena nanti kita bisa repot. Jadi tetap patuhi protokol kesehatan,” bebernya.

Terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumut, Ramlan Sitompul mengatakan kebutuhan oksigen di Sumut masih bisa dikendalikan. Sebab kasus Covid-19 di Sumut tidak setinggi wilayah Pulau Jawa

“Pulau Jawa kondisinya paling berat, kalau di sini kasusnya memang ada namun kondisinya kebutuhan oksigen masih bisa dikendalikan,” paparnya.

Namun begitu, Ramlan mengingatkan agar pemerintah daerah bersiap jika kekosongan oksigen juga terjadi di Sumut. Karena itu harus dilakukan pengawasan yang ketat terutama masyarakat dari Jawa dan luar negeri yang masuk ke wilayah Sumut.

“Kalau terjadi di Jawa itu harus ada kesiapan semua pihak. Yang paling penting adalah pencegahan atau menangkal jangan sampai masuk ke Sumut. Pemerintah daerah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap masyarakat dari Jawa dan juga orang luar negeri,” bebernya. (Nor)

Berita sebelumyaWakapolda Jatim Cek Penerapan PPKM Darurat di Surabaya
Berita berikutnyaOknum Hakim Digerebek Karaoke Bersama Istri Orang, Terancam Sanksi