Petir Sumut Gelar Diskusi Terkait Pemadaman Listrik

417

garudaonline – Medan l Masalah padamnya listrik masih kerap menjadi polemik bahkan kerap menimbulkan keresahan di masyarakat terlebih lagi jika pemadaman terjadi di saat Bulan Suci Ramadan.

Menyikapi hal ini, Persatuan Wartawan Listrik (PETIR) Sumut, menggelar diskusi dan sosialisasi dengan mengangkat tema “Kontroversi istilah Pemadaman atau Padam Listrik dan Kesiapsiagaan Yantek PLN dalam pemulihan listrik” di Misca 38 Cafe, Jalan Halat Medan, kemarin.

Di kesempatan ini, Manager PLN UP3 Medan, Hariadi menjelaskan kalau pemadaman listrik berbeda dengan padam. Karena menurutnya, pemadaman adalah hal yang dilakukan dengan kesengajaan dan bertujuan untuk perawatan.

“Kalau padam, itu bisa jadi akibat force majeure seperti faktor alam atau gangguan dari binatang dan lainnya. Tapi saat ini, untuk pemadaman sudah sangat jauh berkurang, karena sistem kelistrikan kita sendiri di Sumut dalam keadaan surplus,” jelasnya.

Selain itu, Haryadi juga menjelaskan untuk kesiapan di Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1442 H serta menjaga keandalan listrik dan merespon keluhan, PLN Sumut sudah menyiapkan 222 Posko Siaga, 2.672 Personil Pelayanan Teknik, dan juga 50 Personil PDKB tersebar di seluruh wilayah kerja PLN UIW Sumut.

Para personel akan bersiaga menjaga 488 penyulang yang menyuplai listrik ke rumah pelanggan. “Kita bakal merespon cepat apapun keluhan yang datang dari para pelanggan,” tegasnya.

Senada dengan Hariadi, Forkom Yantek PLN Sumut juga menegaskan kalau dari 2.000 personel yang disiagakan dalam menjaga keandalan listrik ini, mereka adalah pihak yang menjadi terdepan dalam hal ini. Karena para personel tersebut merupakan anggota dari Forkom Yantek PLN Sumut yang bertugas memantau berbagai gangguan kelistrikan.

“Pastinya kita akan mensiagakan personel kita selama 24 jam untuk menjaga keandalan listrik di Sumut. Sebanyak 2.000 personel itu akan terus dibagi dalam beberapa shift dan wilayah, agar tidak ada kekosongan saat terjadi gangguan,” tegas Excel Korua Tobing yang diamini Zulham yang juga Ketua AKLI Medan.

Sementara itu, T Riza Zarzawi dalam pemaparannya, menjelaskan masyarakat saat ini sudah mulai puas dengan layanan yang dilakukan PLN.

“Sudah sangat jauh berbeda seperti dua atau tiga tahun yang lalu, di mana pemadaman bisa seperti makan obat, 2 sampai 3 kali sehari dengan durasi yang cukup panjang,” katanya.

T Riza ┬ájuga tak menampik saat ini masih ada pemadaman, namun dalam frekuensi yang sangat kecil dan berdurasi menit saja. “Apalagi sekarang ada sistem pengaduan online yang membuat layanan kepada pelanggan sangat baik,” ujarnya.

Menyikapi kinerja kelistrikan di Indonesia, khususnya di Sumut, senator muda, Dr Dedi Iskandar Batubara, memberi apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang sudah berupaya meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sebelumnya, banyak mendapat kritik dari masyarakat.

“Tema yang diangkat sekarang ini unik dan menarik bagi saya. Karena saya diminta memberi tanggapan tentang pemadaman atau padam di bulan ramadhan. Jelas tema ini ditujukan karena saya juga sebagai Ketua Al Washliyah Sumut. Untuk itu kita berharap di akhir ramadhan ini tidak terjadi hal yang luar biasa dan membuat listrik terganggu hingga terjadi pemadaman,” harapnya.

Selain itu, Dedi Iskandar Batubara juga menjelaskan saat ini Indonesia sedang sudah menyusun Roadmap Making Indonesia 4.0. sebuah era yang ditandai dengan kemajuan ilmu dan teknologi di mana istilah Big Data, Smart Factory, Cyber Physical Systems, Internet of things serta Artificial Intelligence. Suatu era yang mengandalkan bahwa jaringan listrik, jaringan internet, dan jaringan komunikasi sudah tertata rapi, serta menjadi sistem penunjang dalam setiap aktivitas dan sistem produksi.

“Artinya, jika pada tahun ini kita masih mendiskusikan tentang keandalan kelistrikan, berarti hampir semua grand design menuju Indonesia 4.0, menjadi tidak bermakna. Bagaimana mungkin kita akan bersaing dalam tatanan baru dunia global yang disebut Revolusi Industri 4.0, sementara kita belum selesai dengan masalah listrik? ” paparnya.

Untuk itu, Dedi berharap dalam menjaga pasokan listrik tetap normal dan stabil di kawasan Sumatera Utara, diperlukan kerjasama yang sinergis antara PLN dan masyarakat luas. PLN sebagai pihak produsen harus memiliki roadmap yang jelas tentang pelayanan listrik kepada masyarakat. Sementara masyarakat juga harus membantu PLN dengan menerapkan konsumsi listrik yang hemat.

Sebelumnya, saat pembukaan, Ketua PETIR Amru Lubis didampingi Sekretaris Said Ilham Assegaf mengutarakan kegiatan ini diinisiasi sebagai sosialisasi kelistrikan kepada media khususnya tergabung dalam PETIR terkait kontroversi istilah padam atau pemadaman listrik yang memiliki makna berbeda. (NOR)

Berita sebelumyaBrimob Bersenjata Ikut Jaga Posko Penyekatan
Berita berikutnyaJadi Kurir Sabu 4 Kg, Warga Percut Dituntut 20 Tahun