PLN dan PT PAL Tambah Dua Pembangkit Listrik Kapal Senilai Rp1,6 Triliun

195
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan PLN dan PT PAL akan merakit pembangkit listrik di atas kapal

garudaonline – Medan | PT PLN (Persero) melalui anak usahanya, PT Indonesia Power dan PT PAL melanjutkan kolaborasi untuk merakit pembangkit listrik di atas kapal atau Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara 2 dan BMPP Nusantara 3 dengan nilai investasi Rp1,6 triliun.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pengembangan dua Mobile Power Plant (MPP) dengan kapasitas total 90 Mega Watt (MW) ini untuk wilayah Kolaka dan Sambelia.

“BMPP Nusantara 2 dengan kapasitas 60 MW rencananya akan memasok sistem kelistrikan Kolaka, Sulawesi Tenggara melalui jaringan 150 kilo Volt (kV). Sementara BMPP Nusantara 3 akan memasok daya sebesar 30 MW ke sistem Sambelia, Lombok Timur,” kata Darmawan, Rabu (2/2/2022).

Dia menyebutkan dua MPP dengan investasi mencapai Rp1,6 triliun ini juga akan difungsikan sebagai pemasok daya listrik untuk daerah timur Indonesia. Maka dari itu, kedua unit ini diharapkan dapat lebih lincah lagi dari sisi kecepatan bergerak, sehingga bisa menjadi andalan ketika arus utama kelistrikan ketika terjadi bencana padam.

“Harapan kami di BMPP 2 dan 3 nantinya jauh lebih lincah. Secara pergerakan bisa lebih cepat sehingga bisa menjadi _reserve margin yang mobile untuk bisa digunakan khususnya jika ada bencana,” ujar Darmawan.

Di sisi lain, Direktur Utama PT PAL, Kaharuddin Djenod PAL akan membuat BMPP Nusantara unit dua dan tiga jauh lebih baik dari sisi teknologi.

“BMPP ini juga, kami sudah ngobrol dengan pak Darmawan, gimana kalau desainnya bisa lebih langsing. Lambung lebih langsing, sehingga terjangan gelombang di Indonesia yang cukup tinggi bisa dihadapi oleh BMPP Nusantara ini,” ujar Kaharuddin.

Secara pemenuhan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), pembangunan BMPP unit 2 dan 3 juga akan semakin tinggi. Sehingga, dua produk ini bisa sepenuhnya menjadi karya anak bangsa.

Direktur Utama Indonesia Power Ahsin Sidqi juga menjelaskan, kerja sama yang sudah berjalan ini merupakan tonggak awal untuk kerja sama lainnya.

“Banyak yang kagum sama ini. Ini akan kita pasarkan di Asia. Beberapa negara lain sudah kontak untuk membutuhkan ini,” ujar Ahsin.

Selain pengembangan BMPP, PLN dan PAL juga berkolaborasi untuk memanfaatkan potensi arus laut dan ombak yang ada di Indonesia untuk bisa menjadi pembangkit listrik energi baru terbarukan. Langkah ini sejalan dengan RUPTL “Green”.

(Nor)

Berita sebelumyaTak Ada Napi Sumut yang Dapat Remisi Imlek 2022
Berita berikutnyaPresiden Jokowi Resmikan Jalur Balige By Pass