Polda Jatim Ringkus Penembak Teknisi Internet di Bangkalan

168
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta (3 dari kiri) merilis tersangka pelaku penembakan berikut barang buktinya

garudaonline – Bangkalan | Personel gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim dan Satreskrim Polres Bangkalan berhasil menangkap pelaku penembakan teknisi internet di Perumahan Kailas, Bangkalan-Madura.

Tersangka S (33) warga Sawahan, Kota Surabaya ini disergap polisi bersama dua orang temannya, D (34) warga Dukuh Pakis, Kota Surabaya dan F (35) warga Kelurahan Keraton, Kabupaten Bangkalan.

“Tersangka S ini perannya sebagai pelaku utama. Dia yang melakukan penembakan terhadap korbannya Aswar, seorang teknisi internet,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dalam keterangan persnya, Kamis (12/8/2021).

“Sementara tersangka D berperan membantu memutuskan kabel wifi di sekitar lokasi penembakan dan F membantu mencari informasi keberadaan korban dan menunjukkan lokasi keberadaan korban pada saat kejadian,” Nico menambahkan.

Dari penangkapan itu, Kata Nico, pihaknya disita barang bukti sepucuk senjata api rakitan model revolver warna silver krom, 7 butir peluru kaliber 38, 1 proyektil yang diamankan dari TKP, 1 proyektil yang diangkat dari badan korban dan lain sebagainya.

Lebih lanjut didampingi Dirreskrimum Kombes Totok Suhariyanto, Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino dan Kasubdit Jatanras Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono, Nico menjelaskan bahwa motif percobaan pembunuhan yang direncanakan dengan menggunakan senjata api ilegal itu karena sakit hati.

“Pelaku melakukan penembakan karena menjalin hubungan asmara dengan istri Korban dan sakit hati karena masalah pekerjaan dengan korban,” sebut Irjen Nico.

Peristiwa bermula pada Sabtu (7/8/2021) korban yang merupakan teknisi instalasi wifi (freelance/tenaga lepas) mendapat order untuk memperbaiki jaringan kabel wifi yang rusak di Perumahan Kailas, Dusun Karangpandan, Desa Sukolilo Timur, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura.

“Pada pukul 17.30 WIB, korban mulai mengerjakan perbaikan, awalnya korban ditemani 3 orang teknisi lainnya dan 2 orang teman korban. Namun pukul 20.30 WIB, ketiga teknisi mendahului pulang.”

“Kemudian korban melanjutkan perbaikan pada titik kerusakan instalasi berupa kabel yang terputus di posisi pinggir jalan pada akses masuk Perumahan Kailas,” papar Irjen Nico.

Sekira pukul 22.00 WIB, ketika proses perbaikan sedang berjalan, secara tiba-tiba datang seorang laki-laki tak dikenal dengan cara jalan kaki dari sisi timur (semak-semak), langsung mendekati korban dan melakukan penembakan sebanyak 2 kali pada jarak 3 meter.

“Tembakan pertama mengenai lengan kiri korban dan membuat korban terjatuh, tembakan kedua diarahkan pada kepala korban namun meleset hanya menyerempet dan langsung mengenai tanah. Pada saat tembakan kedua, korban sempat pura-pura mati supaya tidak ditembak kembali,” sebutnya.

“Pelaku sebelumnya telah merencanakan upaya pembunuhan tersebut, dengan dibantu oleh pelaku D yang sengaja memutus kabel jaringan wifi beberapa hari sebelumnya di akses jalan masuk perumahan dan dibantu pelaku F yang memonitor pergerakan korban, F merupakan salah satu teknisi yang awalnya sempat menemani korban di lokasi perbaikan,” pungkasnya.

terhadap ketiga tersangka hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Mereka dipersangkakan dengan Pasal 340 KUHP jo. Pasal 53, 55, 56 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo. Pasal 53, 55, 56 KUHP lebih subsider Pasal 351 ayat 2 KUHP jo. Pasal 56 KUHP dan Pasal 1 ayat (1) UU Drt RI Nomor 12 tahun 1951 yang diancam pidana maksimal 13 tahun penjara dan 20 tahun penjara.

“Saat ini tim dari Satreskrim Polres Bangkalan masih melakukan penyidikan adanya tersangka lain. Sedangkan Timsus Subdit III Jatanras Polda Jatim masih mengembangkan terkait asal usul senjata api rakitan tersebut yang sementara diakui oleh pelaku S dibeli secara online,” tutup Nico.

(wan)

Berita sebelumyaPolsek Medan Baru Tangkap Pengguna Sabu di Helvetia
Berita berikutnyaJadi Kurir Sabu 10 Kg, Tiga Pria Diadili