Polda Sumut Periksa Terlapor Dugaan Kasus Tipu Gelap Jual Beli Lahan

246
TH (kemeja putih) keluar dari gedung Dit Reskrimum Polda Sumut diduga usai menjalani pemeriksaan, Rabu (16/6/2021).

garudaonline – Medan | Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dilaporkan memeriksa TH, terduga terlapor dugaan kasus penipuan dan atau penggelapan (tipu gelap) jual beli lahan, Rabu (16/6/2021).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengaku akan mencari tahu kebenaran pemeriksaan TH kepada jajarannya.

“Nggak ada sepertinya, ntar aku cek dulu,” tandas Tatan, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (17/6/2021).

Pantauan di Mapolda Sumut, TH usai menjalani pemeriksaan dan keluar dari gedung Direktorat Reskrimum Polda Sumut sekira pukul 12.58 WIB.

Mengenakan kemeja putih dan masker putih, TH terlihat membawa sejumlah dokumen dalam map merah. Dia ditunggui temannya di depan pintu keluar gedung Dit Reskrimum.

Informasi diperoleh, dugaan penipuan dan penggelapan jual beli lahan itu dilaporkan oleh Janto Djauhari (62), warga Jalan Guru Patimpus, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat ke Polrestabes Medan dengan Nomor : STTLP/2881/XI/2020/SPKT Polrestabes Medan tanggal 17 November 2020.

Namun, kasus itu kemudian ditangani Polda Sumut. Korban merasa dirugikan senilai Rp 5 miliar atas pembelian sebidang tanah dengan nomor akte 90 seluas 518 M2 di Kelurahan Pulo Brayan Darat, Kecamatan Medan Timur. Peristiwa itu terjadi pada Senin 11 Mei 2020 di Jalan Cemara, Kompleks Cemara Asri, Deli Serdang.

Berjalan waktu, lahan tersebut kemudian dijual terlapor kepada pihak lain dan telah berdiri 8 unit ruko di atasnya.

“Saya heran, kenapa sudah ada 8 bangunan ruko di atas lahan yang dijual kepada saya. Ketika saya tanyakan kepada Tony Harsono (TH), tidak ada itikad baik sehingga saya melaporkan kasusnya,” kata korban Janto Djauhari kepada wartawan melalui telepon seluler, Rabu (16/6/2021).

Dia berharap, kasus dugaan tipu gelap jual beli lahan tersebut ditangani secara profesional. Terlapor dapat diproses hukum dan kasusnya cepat selesai.

“Harapan saya, kasusnya cepat selesai dan terlapor mengembalikan kerugian yang saya alami. Saya menyerahkan proses penyelidikan kepada kepolisian dan akan mengecek perkembangannya,” pungkasnya.

(DED)

Berita sebelumyaDivonis 3 Tahun 3 Bulan, Hakim Nilai Pemilik PT Guna Karya Nusantara Terbukti Nipu Miliaran
Berita berikutnyaDirbintibmas Korbinmas Baharkam Polri Cek PPKM di Sergai