Polisi Ringkus 3 Tersangka Penembakan Anggota Geng Motor di Sumut

363
Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja memberikan keterangan pers terkait penangkapan 3 tersangka penembakan anggota geng motor

garudaonline – Medan | Tim Direktorat Reskrimum Polda Sumut dan Polsek Percut Seituan menangkap tiga anggota geng motor yang diduga menembak Alfiansyah Najid hingga tewas. Korban ditembak menggunakan senapan angin saat dua kelompok geng motor tersebut terlibat bentrok.

Tiga tersangka yakni Merdi Tri Anggara alias Medi (21) warga Jalan Kali Serayu, Desa Saentis; Sofyan Hanafi alias Eok (26) warga Jalan Semar dan M Rasid (20) warga Jalan Kali Serayu, Desa Saentis.

“Personel Reskrim Polsek Percut Seituan pada Minggu (26/12) mendapat laporan adanya tawuran kelompok geng motor di Jalan Gudang, Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin (27/12)

Bentrokan kelompok geng motor itu mengakibatkan seorang pemuda bernama Alfiansyah Najid tewas ditembak menggunakan senapan angin. Dari laporan itu personel Polsek Percut Seituan dibantu Dit Reskrimum Polda Sumut melakukan penyelidikan dan olah TKP.

“Dari penyelidikan dan olah TKP anggota mengamankan tersangka Sofyan Hanafi, Rasid dan Merdi di kediamannya masing-masing,” ungkapnya.

Penyebab bentrokan itu karena rumah orang tua dari tersangka Merdi diserang kelompok Alfiansyah. Sehingga tersangka Merdi bersama rekan-rekannya melakukan penyerangan terhadap kelompok Alfiansyah.

“Ketika bentrokan pada Minggu (26/12) pagi itu menyebabkan Alfiansyah tewas ditembak dengan senapan angin milik Merdi. Dari pengakuan Merdi senapan angin didapat dari warisan orangtuanya,” terangnya.

Tatan menambahkan, dari tangan ketiga tersangka disita barang bukti ketapel, 1 tas berisi guli, senapan angin, 18 busur panah panjang, 13 busur panah kecil, dan 10 butir peluru.

“Terhadap ketiga tersangka dikenakan Pasal 338 Jo Pasal 170 ayat 2 Jo Pasal 55 Pasal 56 KUHPidana tentang pembunuhan atau penganiayaan secara bersama-sama mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman di atas 10 tahun penjara,” pungkasnya.

(Nor)

Berita sebelumyaPolda Sumut Ambil Alih Penanganan Kasus Penganiayaan Anak di Bawah Umur
Berita berikutnyaTanam 15 Ribu Pohon di Stasiun dan Perkantoran, KAI Gencar Lakukan Penghijauan