Polisi Sebut Terdakwa Selviwaty Suntikan Vaksin Berbayar Kepada Warga di Club House

158
Terdakwa dr Indra Wirawan saat menjalani sidang secara virtual

garudaonline – Medan | Sidang perkara dugaan jual beli vaksin covid-19 secara ilegal dengan terdakwa dr Indra Wirawan yang berstatus ASN dan Selviwaty alias Selvi, kembali digelar di Ruang Cakra II Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (8/9/2021).

Dalam sidang virtual itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua saksi dari kepolisian yakni Eliakim dan Suherman yang menangkap kedua terdakwa.

“Kami bergerak dari adanya informasi dari masyarakat terkait pelaksanaan vaksin berbayar di sebuah Club House, Jalan Perintis Kemerdekaan. Setelah kami cek ke lokasi. Benar, ada orang ramai melaksanakan vaksin,” ucap Eliakim.

Melihat itu, petugas langsung mengamankan sejumlah barang bukti beserta terdakwa Selviwaty yang saat itu tengah mengatur berjalannya vaksinasi.

“Yang diamankan saat itu ada 7 orang. Beberapa orang yang sudah divaksin, kami interogasi dan mereka jawab kalau vaksinnya bayar Rp 250 ribu ke Selviwaty,” lanjut Eliakim.

Kemudian, petugas melakukan interogasi terhadap Selviwaty dan didapatkan informasi bahwa vaksin tersebut didapat dari terdakwa dr Indra Wirawan yang tak lain adalah dokter di Rutan Tanjung Gusta Medan.

“Kata dia (Selviwaty) vaksinnya dapat dari dokter Indra. Sementara Selviwaty sebagai pengumpul, hari itu juga kami cari dr Indra, kami tangkap di jalan,” pungkas Eliakim.

Setelah diintrogasi, Indra mengaku kalau masih ada sisa vaksin di rumahnya sekitar 18 botol. Sehingga petugas langsung pergi ke rumah Indra.

“Kami mendapat vaksin 18 botol di kulkasnya dan kami ambil semua sebagai barang bukti,” beber Eliakim.

Dalam sidang tersebut, Eliakim juga menyebutkan bahwa sejumlah orang yang ikut menyuntikkan vaksin merupakan bawahan dari Indra yang bekerja di Rutan Tanjung Gusta Medan.

Selain itu, berdasarkan hasil introgasi terhadap Indra, vaksin yang ia dapat harusnya untuk warga binaan Rutan/Lapas. “Atas suruhan dokter Indra, mereka (yang menyuntik) pegawai bawahannya,” sebutnya.

Usai mendengar keterangan saksi, Hakim Ketua, Saut Maruli Tua Pasaribu menanyakan kepada kedua terdakwa terkait kesaksian kedua polisi yang menangkap.

Selviwaty mengaku tidak tau kalau vaksin dari dr Indra adalah jatah untuk Rutan. “Sebelumnya saya tidak mengetahui kalau vaksin itu adalah jatah orang rutan,” ucapnya.

(RD)

Berita sebelumyaPemkab Langkat akan Lakukan Pengerasan Jalan Katib Darus Pekan Gebang
Berita berikutnyaPN Medan Ajak Forwakum Sumut Putuskan Rantai Penularan Covid-19