Polres Humbahas Mediasi Pelajar SMU yang Berkelahi dan Viral di Medsos

114
Kapolres Humbahas AKBP Ronny Nicolas Sidabutar memediasi pelajar SMU yang berkelahi

garudaonline – Dolok Sanggul | Aksi penganiayaan terhadap pelajar berseragam pramuka di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, viral di media sosial Facebook.

Polres Humbahas langsung bersikap dengan cepat, dan mendamaikan para pelajar yang terlibat perkelahian itu di Kantor Kepolisian Resor Humbahas, Jumat (22/10/2021).

Kapolres Humbahas AKBP Ronny Nicolas Sidabutar mengatakan bahwa informasi soal adanya tindakan kekerasan tersebut benar adanya yang terjadi pada Selasa tanggal 19 Oktober 2021, sekitar pukul 11.15 Wib di Tanah Lapang Simataniari Desa Sibuntuon Partur Kec. Lintong Nihuta. Perkelahian antara pelajar inisial HS dengan EM yang sama-sama bersekolah di SMA Negeri 1 Lintong Nihuta.

Diawali dengan hal yang sepele saat di dalam kelas di SMA Negeri 1 Lintong Nihuta. Kemudian terjadilah perkelahian tersebut yang dilihat oleh masyarakat sekitar.

“Saat perkelahian tersebut terjadi spontan direkam oleh salah seorang masyarakat dan diviralkan melalui medsos Facebook,” kata Ronny Nicolas, Jumat (22/10).

Di dalam video yang beredar terlihat HS dan EM bergulat saling pukul di tanah lapang yang berumput dengan berseragam sekolah pramuka, yang kemudian BS Pelajar SMK HKBP Lintong Nihuta terlihat menendang HS.

“Menyikapi demikian kita dengan cepat mengumpulkan pihak pelaku dan korban beserta orang tua kedua belah pihak untuk melakukan mediasi dan pembinaan terhadap pelaku dan korban, berhubung pelaku dan korban anak di bawah umur. Dengan mengundang tokoh masyarakat dan Kepala Desa maupun Kadus untuk turut dalam mediasi,” ujarnya.

Dia mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan damai. Saat berdamai, kedua pelajar itu bersalaman dan Kapolres Humbahas meminta kepada para pelajar agar kejadian perkelahian ini tak terulang dikemudian hari. Ia juga berpesan kepada orang tua/wali pelajar agar terus melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya.

“Perlunya pengawasan kepada anak-anak sehingga diperlukan peran orangtua dan keluarga dalam mendidik anak dan tidak sepenuhnya diserahkan tanggungjawab kepada Guru di Sekolah,” bebernya.

(Nor)

Berita sebelumyaPerintah Kapolda Sumut kepada Seluruh Kapolres Tertibkan Penyimpangan BBM
Berita berikutnyaDituntut Rehab, Jaksa Sebut Mahasiswi Ini Korban Penyalahgunaan Narkoba