Polres Labuhanbatu Ungkap Peredaran Narkoba di Titi Panjang Negeri Lama

231
Tersangka MR memperlihatkan barang bukti sabu miliknya

garudaonline – Rantauprapat | Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu, Sumatera Utara berhasil mengungkap peredaran narkoba di kawasan Titi Panjang, Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (20/5/2021).

Dari pengungkapan itu, polisi menangkap seorang tersangka berinisial MR (35), sekaligus menyita barang buktinya berupa 2 bungkus plastik klip berisi butiran kristal diduga sabu berat bruto 4,7 gram dan 1 buah dompet warna hitam.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, S.I.K., M.H melalui Kasat Narkobanya AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H mengatakan, pengungkapan peredaran narkoba tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari unggahan media sosial Facebook.

“Postingan tersebut menyebut “buat warga negeri Lama yang pemakai atau penikmat sabu kalau mau belik datang kamu ya ke benteng Titi Panjang, buah yang jauh melintas juga bisa singgah dijamin aman,” begitu bunyi postingan tersebut,” kata Martualesi.

Melihat unggahan tersebut, Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H dan Kanit 2 Ipda Tito Alhafezt, S.Tr.K., M.H membentuk tim. Selanjutnya pada hari Kamis, 20 Mei 2021 mulai pukul 16.00 WIB personil melakukan penyelidikan.

“Dua jam kemudian, kami melihat tersangka dengan gerak gerik mencurigakan di Gang Benteng Titi Panjang, Kecamatan Bilah Hilir. Kami lalu melakukan penangkapan terhadap tersangka.”

“Ketika ditangkap, tersangka sempat membuang 2 bungkus plastik klip berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4,7 gram menggunakan tangan kanannya.”

“Anggota yang melihat itu langsung mengamankan barang bukti, kemudian melakukan interogasi kepada tersangka. Saat ditanya polisi, tersangka mengaku memperoleh narkotika jenis sabu tersebut dari laki-laki yang akrab disapa Ivan, warga Titi Panjang.”

“Selanjutnya anggota melakukan pengembangan dan mencari Ivan, namun tidak ditemukan diduga sudah kabur saat melihat anggota. Kebetulan memang lokasi penangkapan MR tak jauh dari dari rumah Ivan,” papar Martualesi.

Kepada polisi tersangka MR juga mengaku sudah sebulan menjual narkotika jenis sabu dimana tersangka mengaku membeli narkotika jenis sabu dengan harga Rp. 750.000 per gramnya dan menjual dengan harga Rp. 850.000 per gramnya.

Ia memiliki seorang istri dan empat orang anak untuk dibiayainya sehingga itulah alasan tersangka menjual narkotika jenis sabu berhubung mencari pekerjaan cukup sulit.

Terhadap tersangka hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif. Ia dipersangkakan dengan Pasal 114 Sub 112 UU RI NO 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

(IK)

Berita sebelumyaWarga Karang Gading Secanggang Gotroy Perbaiki Tanggul Jebol
Berita berikutnyaDifasilitasi Polda Sumut, Puluhan Awak Media Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua