Polri Berikan Dukungan Psikososial untuk Anak Korban Covid-19 dan Penyandang Disabilitas

155
Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta memberikan keterangan pers

garudaonline – Surabaya | Polri bersama TNI dan stakeholders atau pemangku kepentingan terkait berkolaborasi memberi dukungan psikososial kepada anak-anak yang kehilangan orangtuanya akibat Covid-19 dan penyandang disabilitas.

Kegiatan dengan tema ‘Peduli Anak Indonesia Tangguh’ yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto digelar secara serentak di seluruh jajaran Polri dan TNI di daerah secara virtual, Selasa (2/11/2021).

Untuk tingkat pusat dilaksanakan di Lapangan Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan. Sedangkan Polda Jawa Timur dan Kodam V Brawijaya menggelar di Universitas Brawijaya, Malang.

“Kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, karena mereka adalah anak-anak kita. Saya mengharapkan bahwa program konseling ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan,” pinta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Jadi jangan sampai berhenti hanya sampai di hari ini saja. Saya minta khususnya Pak As SDM, biro psikologi, kegiatan ini berkelanjutan sehingga kita bisa mengetahui terus menerus bagaimana pertumbuhan psikologi dari anak-anak kita ini,” Kapolri menambahkan.

“Pastikan apakah dengan membuka layanan khusus secara hotline menggunakan aplikasi-aplikasi ataupun mungkin datang secara langsung sehingga kita betul-betul bisa mengetahui bagaimana perkembangan psikologi anak-anak kita,” sambung Kapolri saat memberikan sambutan secara virtual di Lemdiklat Polri.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Ketua Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Jawa Timur, Ny. Ully Nico Afinta serta Pejabat Utama Polda Jatim dan Forkopimda Malang berikan dukungan psikososial kepada 70 anak yatim piatu terdampak Covid-19 dan penyandang disabilitas di wilayah Malang Raya.

Kapolda Irjen Nico Afinta dan Ketua PD Bhayangkari Jawa Timur juga memberikan bingkisan berupa sembako kepada anak-anak yatim piatu terdampak Covid-19 dan penyandang disabilitas.

Hal ini bertujuan untuk memberikan kekuatan mental yang dimiliki anak-anak. Tidak kehilangan minat untuk beraktivitas. Membantu mengatasi rasa sedih tanpa berlarut-larut, dan dapat membangun komunikasi dengan baik tanpa adanya hambatan.

70 anak tersebut diantaranya, 24 anak, 34 remaja dan 12 disabilitas, mendapatkan pendampingan dari tim psikologi dari Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jatim.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, acara ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, yang dihadiri langsung Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Sosial serta Menteri Pemberdayaan Anak.

“Tujuan daripada acara ini adalah, kami baik dari unsur pemerintahan, TNI, Polri, maupun dari lembaga pendidikan, serta seluruh masyarakat. Kita diharapkan untuk memperhatikan anak-anak yang terdampak covid-19, dimana orang tuanya antara lain bapak atau ibu, atau keduanya yang meninggal, itu bisa kita saling berbagi,” kata Kapolda Jatim.

Lebih lanjut Kapolda menjelaskan, bahwa di antara kita hal itu sudah berjalan. Kapolda yakin sekali, karena pernah mengadakan acara sebanyak 7400 anak-anak yang terdampak untuk diberikan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Jadi kami bekerja sama dengan BPJS dan setiap anak itu mendapatkan kartu BPJS sehingga dia bisa berobat di rumah sakit mana saja di Wilayah Jawa Timur ini berobat khususnya di seluruh rumah sakit Bhayangkara, hal ini berlaku juga untuk rekan-rekan dari TNI karena saya yakin Bapak Pangdam juga mengadakan kegiatan yang sama. Tentunya Bapak Walikota dan kepala daerah yang lain juga,” papar Kapolda Jatim usai mengikuti kegiatan.

“Ini tidak bisa berjalan tanpa ada dukungan dari unsur pendidikan. Saya yakin dengan pendidikan yang baik untuk anak-anak yang terdampak psikososial ini, mereka tetap akan mempunyai semangat untuk maju dan berdiri sendiri. Mudah-mudahan keadaan makin membaik, kita tetap melaksanakan protokol kesehatan dan ekonomi bisa berjalan,” pungkasnya.

(rel)

Berita sebelumyaSeorang Remaja Hanyut Terbawa Arus Sungai Deli
Berita berikutnyaJanuari-Oktober 2021, Kejatisu Kembalikan Kerugian Negara Rp 38,1 Miliar