Pria yang Bunuh Keponakan di Belawan Divonis 12 Tahun Penjara

181
Terdakwa Syaiful alias Iful saat mendengarkan putusan

garudaonline – Medan | Terbukti membunuh Muhammad Syidik yang merupakan keponakan sendiri, Syaiful alias Iful (50) warga Jalan Gulama Lingkungan XV Pasar Baru, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan divonis selama 12 tahun penjara.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Syaiful alias Iful selama 12 tahun,” tandas Hakim Ketua, Sayed Tarmizi dalam sidang online di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (8/9/2021).

Majelis hakim berpendapat, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban yang tak lain adalah keponakannya sendiri meninggal dunia. Sementara hal yang meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya.

Perbuatan terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 338 KUHPidana Tentang Pembunuhan. Atas putusan tersebut, tanpa pikir panjang terdakwa langsung menyatakan terima. “Terima pak hakim,” cetusnya. Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Christian Sinulingga selama 15 tahun penjara.

Dalam dakwaan JPU Christian Sinulingga, awalnya terjadi perkelahian antara Muhammad Syidik (korban) dengan terdakwa Syaiful alias Iful. Saat itu, terdakwa merasa disepelekan karena kepalanya dipukul di depan umum oleh keponakannya.

Perkelahian tersebut dipisahkan oleh warga dan terdakwa pulang ke rumah. “Karena masih emosi atas perilaku keponakannya, terdakwa mengambil pisau dan pergi mencari korban untuk mengancam,” ujar JPU.

Ketika bertemu di Jalan Kakap, korban menantang terdakwa dengan berkata: ‘kau menikam aku’ sambil menarik baju ke atas dan menyodorkan perutnya. Melihat hal tersebut, terdakwa yang emosi karena merasa ditantang secara spontan menikam perut korban dengan pisau sebanyak satu kali.

Korban yang terluka melakukan perlawanan dan melarikan diri menuju Jalan Bandeng sehingga dikejar terdakwa. “Sesampainya di persimpangan depan kedai nasi Jamila, Jalan Bandeng, korban yang terluka meminta bantuan Supiyanto agar dibawa ke rumah sakit,” cetus Sinulingga.

Selanjutnya, Supiyanto membawa korban dengan menggunakan kereta ke Rumah Sakit PHC Belawan. Saat dilakukan penanganan medis, korban meminta Supiyanto untuk menjemput ibunya.

Supiyanto berinisitif pergi ke Polsek Belawan untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun, saat Supiyanto bersama dengan petugas kepolisian tiba di rumah sakit, korban telah dinyatakan sudah meninggal dunia.

(RD)

Berita sebelumyaTingkatkan Keselamatan Pengguna KRL, KAI Hadirkan Underpass di Stasiun UP dan Pasar Minggu Baru
Berita berikutnyaTerancam 15 Tahun, Dua Dokter dan Satu Sipil Didakwa Jual Beli Vaksin Ilegal