Propam Mabes Polri Mendadak Periksa Personel Polda Sumut. Ada Apa Ya?

120
Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak turut dalam pemeriksaan Propam dan Pusdokkes Mabes Polri

garudaonline – Medan | Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia mendadak melakukan pemeriksaan terhadap personel Polda Sumut dan jajaran, Selasa (9/6/2021).

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbid Penmas) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, pemeriksaan itu hanya pengecekan disiplin dan ketidakpatuhan personel.

“Kegiatan itu juga melibatkan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (​Pusdokkes Polri). Pemeriksaan dilakukan secara mendadak dan bergiliran,” ujar AKBP MP Nainggolan.

Lebih lanjut, Nainggolan menjelaskan bahwa kegiatan yang dipimpin Kabag Gaktiblin Biro Provos Divisi Propam Mabes Polri, Kombes Pol Jamaluddin Party itu dilakukan sebagai upaya pencegahan pelanggaran dan kejahatan disiplin serta kode etik personel.

“Arahannya kira-kira semua peristiwa pelanggaran disiplin dan kode etik maupun pidana yang dilakukan anggota Polri itu biasanya didahului karena ketidakdisiplinan dan ketidakpatuhan,” sebut Nainggolan.

Pengecekan yang dibantu personel Subbid Provos Polda Sumut dan Bid Dokkes Polda Sumut itu juga dilakukan terhadap Kapolda Sumut, Wakapoldasu, Irwasda dan para pejabat utama (PJU) serta seluruh personel dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pengecekan dan pengawasan itu wajib dilakukan oleh semua pimpinan sampai ke tingkat perwira pertama (Pama) agar tidak terjadi pelanggaran dan kejahatan anggota.

“Mereka melakukan cek seluruh personel dan ASN, antara lain administrasi identitas berupa KTA, kartu kepemilikan senjata, KTP, SIM, kerapian dilanjutkan dengan pemeriksaan test urine,” jelasnya.

Tes urine ini diikuti 480 personel. Kegiatan pengecekan itu sebelumnya juga sudah dilakukan Divisi Propam dan Pusdokkes Mabes Polri di Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan, Polres Sergai, Polres Deliserdang, Direktorat Polair dan Dit Samapta.

Menurut Nainggolan, pelanggaran dan tindak kejahatan itu lebih sering terjadi atau dilakukan anggota karena tidak disiplin dan ketidakpatuhan.

“Tujuan kegiatan ini memperbaiki kedisiplinan dan kepatuhan diawali oleh seluruh pimpinan sampai tingkat Pama.

(DED)

Berita sebelumyaPemeriksa Jalur Kereta Api, Pekerjaan Menantang Maut
Berita berikutnyaPolisi Periksa Saksi Ahli Terkait Kasus Jatuhnya Mobil dari KMP Ihan Batak