PWI Binjai Dukung Polisi Ungkap Kasus Pembakaran Rumah Wartawan

157
Kapolres Binjai AKBP Romadhoni Sutardjo diabadikan bersama Ketua PWI Binjai Armadelisa Budi serta beberapa pengurus lainnya

garudaonline-Binjai | PWI Kota Binjai mendukung sepenuhnya proses penyelidikan Polres Binjai, terkait dugaan pembakaran rumah keluarga wartawan, yang terjadi Minggu (13/6/2021).

Hal itu diungkapkan Ketua PWI Kota Binjai, Arma Delisa Budi, saat menghadiri ertemuan silaturahmi dengan Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo di Ruang Kerja Kapolres, Selasa (15/6/2021) siang.

“PWI Kota Binjai mengecam keras aksi premanisme dan tindakan kriminal terhadap wartawan. Karena itu kami mendukung sepenuhnya penyelidikan dilakukan Polres Binjai,” ungkap Budi, yang hadir bersama jajaran pengurus PWI Kota Binjai.

Secara khusus dia menegaskan komitmen PWI Kota Binjai untuk mengawal kelanjutan penanganan kasus tersebut. Apalagi kasus ini berhubungan dengan langsung keselamatan wartawan. Bahkan dua putra korban merupakan anggota PWI Kota Binjai.

Memang tindakan kekerasan terhadap wartawan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan verbal, merupakan bagian dari konsekuensi dan risiko profesi. “Namun, tetap saja kami merasa tersakiti jika memang ada rekan sesama wartawan yang disakiti,” ujar Budi.

Sementara itu, Kapolres Binjai AKBP Romadhoni Sutardjo, berkomitmen mengungkap kasus dugaan pembakaran rumah Muhammad Sabar Sah (56) di Jalan Bantara Raya, Komplek Perumahan Bumi Berngam Raya, Lingk XII, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota.

Polres Binjai berkomitmen menyelesaikan kasus ini. Mau itu ada atau tidak ada perintah dari pimpinan, saya tetap prioritaskan penanganan kasus ini.

“Saya juga yakin dengan kredibilitas Satreskrim Polres Binjai,” terang Romadhoni, didampingi Kasat Intelkam Polres Binjai, AKP SBI Manullang.

Sehubungan dengan kelanjutan penanganan kasus tersebut, diakuinya, Satreskrim Polres Binjai terus melakukan proses penyelidikan. Di sisi lain, pihaknya pun masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Labfor Polda Sumatera Utara.

Kesulitan utama dihadapi sekarang berkaitan dengan keterbatasan saksi. Sebab saksi yang sudah kita ambil keterangannya baru sebatas saksi korban, anak dan menantunya, serta terangganya. “Sedangkan saksi yang kita anggap mengetahui awal kejadian itu, belum didapat,” sebut Kapolres.

Lebih jauh dikatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan, apakah peristiwa tersebut murni aksi kriminal atau bukan. Sebab, Satreskrim Polres Binjai masih menyelidiki modus dan motif di balik kejadian tersebut.

Romadhoni menambahkan, pihaknya juga belum dapat menyimpulkan, apakah peristiwa kemarin ada kaitannya dengan pemberitaan atau tidak.

“Sebab terduga pelakunya belum kita tangkap,” kata Kapolres sembari minta pihak korban dan rekan wartawan bersabar serta menghormati proses penyelidikan dan penyidikan polisi. (anora)

Berita sebelumyaTurunkan Covid-19, Pemko Binjai Komit Sukseskan PPKM Skala Mikro
Berita berikutnyaDivonis Percobaan, Julianna Phan dan Putra Martono Terbukti Berzinah