Remaja 17 Tahun Dipukul Pakai Broti Hingga Tewas

263
Terdakwa menjalani sidang secara virtual

garudaonline – Medan | Akibat kepalanya dipukul dengan menggunakan kayu broti, Muhammad Farhan Lubis (17) menghembuskan nafas terakhir.

Perbuatan itu membuat Riangga Abinsyah Alias Rangga (22) menjalani sidang perdana secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (23/7/2021).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat, pada Sabtu 27 Februari 2021 sekira jam 20.00 WIB, anak saksi Ardian Syahputra alias Dian bersama dengan teman-temannya sedang berkumpul di rumah Tri Tama Putra, Jalan Garu 7 Kelurahan Harjosari Kecamatan Medan Amplas.

Lalu, pada Minggu 28 Februari 2021 sekira jam 01.00 WIB, Muhammad Farhan Lubis (korban) mengajak anak saksi Ardian bersama temannya pergi ke Trakindo, Jalan SM Raja untuk menonton balap liar. Mereka pergi secara beriringan dengan menggendarai tujuh unit kereta.

“Sekitar jam 01.30 WIB, anak saksi Ardian tiba di depan Trakindo, namun tidak ada balap liar. Lalu, mereka pun berjalan. Sampai di bundaran depan Kantor Polda Sumut, anak saksi Ardian bersama temannya berputar arah dan kembali menuju ke Medan,” ujar JPU.

Ketika itu, anak saksi Ardian berboncengan dengan korban. Saat melintas di Jalan SM Raja Kelurahan Timbang Deli Medan Amplas, tiba-tiba ada tiga orang berlari dari trotoar. Ketiga orang tersebut masuk ke tengah Jalan Raya dan menghadang anak saksi Ardian dan anak saksi Tri Arya.

Saat itu, terdakwa Riangga Abinsyah Alias Rangga memukul anak saksi Ardian dengan menggunakan kayu broti, namun berhasil menghindar. Kemudian, terdakwa yang tinggal di Jalan Pengilar Medan Amplas tersebut kembali memukul dan berhasil menghindar lagi dengan cara menundukkan badan.

“Pukulan terdakwa berhasil mengenai korban. Melihat itu, anak saksi Ardian merasa takut dan melajukan kendaraan. Di pertengahan perjalanan, anak saksi Tri Arya mengatakan kepada anak saksi Ardian bahwa kepala korban mengeluarkan banyak darah,” pungkas Ramboo.

Selanjutnya, anak saksi Ardian bersama anak saksi Tri Arya membawa korban ke depan Gang Family Jalan Garu 7. Setelah bertemu dengan anak saksi Tri Tamaputra ,mereka membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Sejati. Namun, nyawa korban tak terselamatkan hingga meninggal dunia.

Usai membacakan dakwaan, Hakim Ketua, Abd Hadi Nasution menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

(RD)

Berita sebelumyaPuluhan Mahasiswa Tolak Perpanjangan PPKM Level 4 di Medan
Berita berikutnyaDi Bekasi, Mendagri Minta Mata Anggaran Pengendalian Pandemi Covid-19 Segera Direalisasikan