Risma Semangati Anak-anak Penerima Bantuan di Medan: Ayo, Jangan Menyerah

128
Mensos Tri Rismaharini menyemangati anak-anak yatim dan piatu di Kota Medan

garudaonline – Medan | Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyalurkan bantuan sosial kepada anak-anak yatim dan piatu di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Para penerima bantuan merupakan anak-anak yang orangtuanya meninggal dunia akibat Covid-19.

Bantuan disalurkan kepada anak-anak yatim dan piatu sebesar Rp200 ribu per bulan selama 1 tahun. Kemudian anak-anak yatim dan piatu yang masih balita sebesar Rp300 ribu per bulan, juga selama 1 tahun. Para penerima berasal dari Medan dan Deliserdang.

“Kepada para penerima, anak-anakku, kalian harus terus maju. Jangan berhenti, pasti nanti ada gangguan, pasti nanti ada penyelesaian, maka kalian jangan menyerah,” kata Risma saat menyalurkan kepada 33 anak penerima bantuan di BRSODH Bahagia Medan, Jalan Williem Iskandar, Medan, Jumat (19/11/2021).

Risma juga memberikan kesempatan kepada anak-anak penerima bantuan untuk menyampaikan pertanyaan.

“Apakah ada yang mau ditanyakan, anak-anakku?” tanya Risma. Kemudian, salah satu orang tua penerima bantuan, Agustini bertanya, “Apakah bantuan ini bisa digunakan untuk bayar sekolah, buk?”

Risma menjawab, “Boleh, karena tujuannya untuk kepentingan pendidikan anak-anak juga,” paparnya.

Risma kemudian mengingatkan kepada anak-anak penerima bantuan agar terus bersemangat untuk menjalani hidup ke depan. Risma berpesan agar anak-anak penerima bantuan untuk menjauhi segala hal-hal negatif.

“Ingat, kalau ada masalah, jangan lari. Jangan lari dari narkoba, jangan lari dari kenakalan remaja. Saya akan bantu kalian, enggak boleh takut, ya. Sekali lagi saya pesankan, ayo maju ke hal yang positif,” pesannya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi VIII, Muhammad Husni, yang turut hadir menyebutkan bantuan sosial yang disalurkan mencapai Rp16 miliar.

“Alhamdulillah, kita sama-sama menyaksikan, di BRSODH Bahagia Medan ini Buk Menteri menyalurkan bantuan sosial dengan total senilai Rp 16 miliar lebih. Dalam bentuk bantuan untuk yang cacat, bantuan rumah tidak layak huni, dan bantuan Program Atensi untuk anak yatim,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Balai Karya Bahagia Medan, Liana Siregar menambahkan, pihaknya telah diamanahkan dan ditugaskan untuk pemberdayaan melalui Program Atensi. Program ini untuk 5 multi klaster, yaitu disabilitas, lanjut usia (lansia), anak, Napza, dan TSKPU.

“Jadi, semua balai seluruh Indonesia, sesuai arahan Ibu Mensos menjadi satu sentra kreasi Atensi. Jadi semua PPKS kita bisa mandiri. Kemensos yang memberikan sarana dan prasarana,” bebernya.

(Nor)

Berita sebelumyaKapolda Sumut Tinjau Proyek Jalan Tol Junction Tebing Tinggi
Berita berikutnyaPembangunan Infrastruktur Kelistrikan di Wisata Danau Toba Butuh Rp 219,91 Miliar