Rocky Minta Masyarakat Aceh Timur Maksimalkan Penggunaan Sawah di Musim Gadu

168
Bupati Aceh Timur Rocky

garudaonline-Aceh Timur | Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH atau biasa disapa Rocky, meminta kepada masyarakat Aceh Timur khususnya para petani padi agar dapat memaksimalkan penggunaan lahan (sawah) di musim gadu.

Berbeda dengan sebelumnya, kata Rocky, para petani padi di Kabupaten Aceh Timur yang sebelumnya hanya mengandalkan sawah tadah hujan di musim rendengan.

“Biasanya para petani hanya mengandalkan musim penghujan yang dimulai sejak Oktober sampai dengan Maret. Sedangkan pada April sampai September memasuki musim tanam gadu,” sebut bupati.

Untuk menghadapi musim gadu ini, tambahnya, Pemkab Aceh Timur telah membangun sarana dan prasarana pertanian seperti pompanisasi, pembangunan maupun rehab jaringan irigasi serta embung, agar dapat dimanfaatkan masyarakat meningkatkan hasil pertanian walaupun di musim gadu.

“Kami sangat berharap agar masyarakat dapat menggunakan lahan tidur semaksimal mungkin demi meningkatkan sektor pertanian, agar ekonomi masyarakat dan daerah lebih bisa sejahtera, seiring telah tersedianya sarana dan prasarana di sektor pertanian,” harap Rocky, Senin (9/8/2021).

Bupati juga mengajak warga agar turut menjaga hewan ternak bila memasuki musim tanam apalagi Kabupaten Aceh Timur juga telah punya Qanun (Perda), bahkan di tingkat Gampong juga telah miliki Qanun yang mengatur tentang hewan ternak.

Peternak juga harus sama-sama menjaga agar tidak melanggar dengan Qanun, dan kita turut berharap dengan adanya pemanfaatan lahan secara maksimal, serta turut menjaga hewan ternak.

“Insya Allah hasil panen akan lebih meningkat lagi dari sebelumnya serta ekonomi daerah juga semakin maju,” harap Bupati Aceh Timur Rocky.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tanaman dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur menyebutkan, luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), di Aceh Timur mencapai 19.453 hektar.

Dari luas lahan tersebut masing-masing terdiri dari lahan Tadah Hujan 8.266 hektar, Irigasi Desa 1.094 hektar, Irigasi Sederhana/Pompanisasi seluas 4.987 hektar.

“Irigasi Semi Teknis 1.342 hektar serta Irigasi Teknis 3.764 hektar,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman dan Hortikultura Aceh Timur drh Muhammad Mahdi melalui Sekretarisnya Erwin Atlizar.

Lebih lanjut rinci Erwin, sebelum adanya pompanisasi jumlah lahan sawah yang digunakan pada musim tanam gadu sekitar 6.200 hektar, dan bertambah 4.947 hektar setelah adanya pompanisasi.

Sehingga total yang dapat ditanami setelah pompanisasi pada musim gadu mencapai 11.147 hektar.

“Dengan peningkatan sarana dan prasarana pertanian yang telah ada berdampak langsung terhadap produksi padi, dengan jumlah produksi 275.828 ton gabah kering panen dalam satu tahun,” pungkas Erwin.(mad)

Berita sebelumyaAnggota MWA USU Usman Kansong Dilantik Sebagai Dirjen IKP Kemenkominfo
Berita berikutnyaPolda Jatim Gelar Vaksinasi Merdeka Semeru 5000 Dosis Bagi Penyandang Disabilitas dan ODGJ