Saluran Lingkungan Tersumbat, Bireuen Menuju Kota Kumuh Sesak Sampah

359
Sampah berselemak di saluran lingkungan Rek Jalan Rel Kereta Api dan Jalan Langgar.(garudaonline/ Suherman Amin)

garudaonline-Bireuen | Ketua Asosiasi Peutuha Tuha Peut Kecamatan Kota Juang, Nurdin Ismehram, Senin (17/5/2021) menyebut, pihaknya sedih melihat nasib Kota Bireuen saat ini sepertinya tidak ada yang peduli seolah Kota Bireuen tidak lagi bertuan.

Betapa tidak ! Hampir seluruh saluran di kawasan perkotaan Bireuen dalam wilayah Desa Bandar Bireuen, Kecamatan Kota Juang baik saluran besar maupun saluran kecil bahkan saluran di belakang pertokoan tersumbat.

Nurdin Ismehram kepada garudaonline mengatakan, sampah tersumbat di saluran akibat tidak ada kepedulian baik masyarakat yang tinggal di lingkungan kota serta Pemkab Bireuen, sehingga saluran seperti di Jalan Rel Kereta Api/ Jalan Langgar kawasan Rek saluran penuh sesak dengan sampah dan air melimpah dan beraroma menyengat.

Dijelaskan, tidak adanya kepedulian warga untuk membuang sampah dalam tong sudah disediakan di depan pertokoan terutama sampah plastik sekaligus Pemkab Bireuen juga tidak peduli maka sampah bertaburan di mana-mana menyebabkan saluran tidak mampu menampung sampah.

Dalam kaitan tersebut, bila tidak lagi adanya perhatian semua pihak baik masyarakat pedagang maupun Pemkab Bireuen, maka Bireuen akan berubah fungsi menjadi ‘Bireuen Kota Kumuh Penuh Sesak dengan Sampah’.

Sungguh disesalkan, Bireuen yang merupakan Kota Santri dan juga Kota Juang yang diupayakan tetap sebagai Kota Beriman (Bersih Indah dan Mandiri-Berseri) telah berubah menjadi Kota Kumuh Sampah.

Sementara, Keuchik Bandar Bireuen Adnan menjawab garudaonline terkait tersumbatnya saluran mengatakan, pekan lalu sudah dilakukan gotong royong bersama para pedagang, namun sampah masih banyak sehingga berulang sudah dilaksanakan gotong royong bersama lagi mengangkat sampah di berbagai saluran.

Disebutkan, gotong royong masyarakat setempat bahkan melibatkan puluhan pedagang, membersihkan saluran di depan atau belakang pertokoan mereka sendiri, sebagian lainnya membersihkan dan mengangkat sampah di saluran utama.

Memang, kata Adnan, saat hujan tergenang air akibat saluran yang tersumbat, dangkal bahkan ada yang sudah tertutup maupun mengecil. Saluran dalam kota Bireuen sudah tersumbat dan tidak ada yang membersihkannya.

Bahkan, warga pedagang kota Bireuen sudah disediakan tempat sampah tetap masih melakukan pembuangan sampah ke dalam got (saluran).

Hal itu terbukti bila hujan, sampah yang tersumbat dalam saluran tertahan air sehingga meluap namun ada yang diairi ke kawasan Kecamatan Kuala sehingga merekalah yang menerima kado sampah dari kota Bireuen.

Ironisnya lagi saluran dalam kota yang seharusnya jalan untuk pejalan kaki di Jalan Andalas dan sejumlah lainnya di dalam Kota sudah dijadikan trotoar toko dan sudah ditutup sehingga terkesan milik yang punya toko itupun tidak ada perhatian pihak berwenang.

Adnan mengingatkan warga Kota Bireuen untuk tidak membuang sampah sembarangan dan jaga Bireuen harus bersih sebab berbagai julukan sudah dinobatkan untuk kota Bireuen baik Kota Santri maupun Kota Juang yang jelas Bireuen harapannya menuju kota ‘Beriman’ (Bersih indah dan Mandiri). (HERA)

 

Berita sebelumyaDi Langkat, 1.036 Terkonfirmasi Covid dan 114 Meninggal
Berita berikutnyaGempa Magnitudo 3,4 Dirasakan di Padangsidimpuan