Sambil Gendong Bayi, Terdakwa Pencemaran Nama Baik Via FB Jalani Sidang

173
Terdakwa Dortua Lilis Suryani Manalu diadili sambil gendong bayi

garudaonline – Medan | Sambil mengendong bayinya berusia beberapa bulan, Dortua Lilis Suryani Manalu (32) menjalani sidang sebagai terdakwa dalam perkara dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos) di Ruang IV Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (21/9/2021).

Pantauan wartawan, warga Jalan Setia Budi Gang Maduma Kelurahan Tegal Rejo Kecamatan Medan Perjuangan itu sesekali membuka kain gendongan anaknya keempat tersebut karena kuatir kepanasan. Persidangan ini beragendakan keterangan terdakwa dan saksi yang meringankan, Putri Sri Rahayu Sembiring.

“Kek mana lah, bang. Enggak ada baby sitter atau keluarga yang jagai (bayinya). Mulai dari pembacaan dakwaanlah kubawa dia (bayinya),” kata Ibu Rumah Tangga (IRT) itu kepada wartawan. Dalam persidangan, saat menjawab pertanyaan Hakim Ketua, Abdul Kadir, terdakwa mengaku masuk anggota grup Facebook (FB) bernama Rumah Kebaya Vera.

“Salah seorang anggota grup ada mengirimkan foto Lasrinawaty Manik (korban). Langsung saudara komen seolah dia (korban) penipu ? Kalau pun kek gitu  ceritanya, kenapa enggak dilaporkan kasusnya ke polisi ? Kek gini saudara sambil bawa bayi ke persidangan. Jejak digital enggak bisa dihapus begitu saja. Makanya harus bijak kita bersosmed,” ujar hakim Abdul Kadir.

Beberapa saat terdakwa pun tampak terdiam. Di bagian lain, terdakwa menguraikan kalau grup FB bernama Rumah Kebaya Vera tersebut umumnya adalah orang-orang pedagang produk secara online.

Terdakwa mengaku masih memendam kekecewaan terhadap korban karena menurut cerita suaminya, Chandra Monang Situmeang kena tipu korban yang juga bawahan (downline) suaminya di salah satu perusahaan Multi Level Marketing (MLM) di Medan.

“Kata suami saya, dia (korban) ada mengambil barang dari distributor pakai nama suami saya. Tapi sewaktu ditagih orang kantor pembayarannya selalu mengelak. Bahkan hapenya tidak bisa lagi dihubungi. Itu makanya di postingan saya sebut penipu,” terang terdakwa.

Ketika ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan, Nur Ainun Siregar, terdakwa mengakui kalau postingannya mengatakan penipu tersebut bisa menimbulkan konsekuensi hukum. Sementara itu Putri Sri Rahayu Sembiring, mengungkapkan hal senada soal latar belakang di balik postingan (komentar) penipu oleh terdakwa di grup FB ersebut.

Saksi pernah bekerja di perusahaan produk susu bersama suami terdakwa, Chandra Monang Sinurat. Chandra memang pernah berpesan kepada mereka di bagian distributor agar memberikan pesanan barang dengan catatan lebih dulu dikonfirmasi balik ke suami terdakwa.

“Permasalahannya tahun 2020 lalu pak. Lasrinawaty Manik memang pernah memesan 10 paket. Tiga hari kemudian dilunasi nya. Terus dia pesan 5 paket. Sampai sekarang enggak dibayarnya,” cetus Putri Sri Rahayu

Hakim Abdul Kadir pun melanjutkan persidangan pekan depan dengan agenda penyampaian tuntutan dari JPU.

Postingan terdakwa mengatakan korban penipu tertanggal 18 Mei 2019 lewat hape. Terdakwa dijerat pidana dalam Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

(RD)

Berita sebelumyaDua Kurir Narkoba asal Jambi dan Sumsel Ditangkap di Kompleks Tasbih Medan, 2 Kg Sabu Disita
Berita berikutnyaPertamina Patra Niaga Hadirkan Pertamax Turbo di Toba