Satgas Covid-19 Medan: Sulit Membedakan Masker Medis Asli dan Palsu

223

garudaonline – Medan | Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) menyoroti penjualan masker medis palsu yang banyak beredar luas baik dari penjual online maupun offline. Sebab masker medis palsu dinilai tidak mampu menjaring bakteri dan meningkatkan kerentanan penularan virus SARS-CoV-2.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Medan Mardohar Tambunan mengaku sulit membedakan masker medis asli dan palsu.

“Membedakannya sulit kita masker asli dan palsu itu. Mungkin dari bahan. Karena kalau yang asli atau medis itu kan terdiri dari tiga lapis. Jadi kalau dikatakan palsu, sampai sekarang kita nggak tahu kriteria palsu itu,” kata Mardohar Tambunan, Senin (5/4).

Mardohar mengaku sampai saat ini belum ada mendapatkan laporan masyarakat tentang adanya masker medis yang diduga palsu.

“Belum ada masyarakat yang merasa dirugikan untuk mengadu. Kita juga nggak bisa bilang itu asli atau palsu. Karena masker medis asli saja kita masih bingung membedakannya,” sebutnya.

Selain itu, Mardohar juga belum ada mendapatkan laporan efek dari penggunaan masker kesehatan yang diduga palsu tersebut. Namun begitu, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan siap melakukan razia terhadap penjualan masker bila memang ada intruksi dari pemerintah pusat.

“Kita juga belum ada dapat laporan efek penggunaan masker itu seperti mulutnya luka atau sesak karena pakai masker medis palsu. Kalau sudah ada instruksi untuk penarikan, pasti kita razia. Masker itu banyak yang dijual di pinggir-pinggir jalan,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Alwi Hasibuan menyebutkan terkait adanya dugaan masker palsu tersebut merupakan ranah dari Dinas Perdagangan.

“Itu bukan urusan kita, itu urusan dagang,” sebut dia.

Diketahui, Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kementerian Kesehatan RI, Arianti Anaya mengatakane belakangan ini banyak beredar masker medis palsu baik dari penjual online maupun offline.

“Menghindari kesalahan pemilihan masker medis maka tenaga kesehatan dan masyarakat agar membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kemenkes dan izin edar ini juga bisa diakses melalui¬†infoalkes.kemkes.go.id,” pungkasnya.

Arianti menjelaskan setiap masker harus memiliki izin edar dari Kemenkes untuk memastikan masker mampu mencegah masuknya droplet atau virus dan bakteri. Masker palsu yang dapat meningkatkan kerentanan penularan virus SARS-CoV-2.

“Ada beberapa persyaratan untuk mendapatkan izin masker. Di antaranya harus memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan manfaat,” bebernya.

(nor)

Berita sebelumyaMasyarakat Aceh Timur Terima 1.425 Sertifikat Tanah
Berita berikutnyaPW Syarikat Islam Sumut Gelar Safari Ramadhan di 10 Kabupaten/ Kota