Satu Terdakwa Pembunuh Bapak Kos di Medan Divonis 20 Tahun, Dua Lagi 18 Tahun

340
Majelis hakim saat membacakan putusan

garudaonline – Medan | Tiga pria asal Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Faonasekhi Zamago, Aperseven Zalukhu dan Bezisokhi Zalukhu divonis dengan bervariasi.

Ketiganya terbukti melakukan pembunuhan terhadap bapak kos-kosan di Jalan Merbabu, Kecamatan Medan Kota, Djie Gon Gunawan alias Acek (74) selaku korban, dengan berencana.

Hakim Ketua, Denny Lumbantobing menjatuhkan kepada terdakwa Faonasekhi Zamago selama 20 tahun penjara. Sementara dua terdakwa lain divonis masing-masing selama 18 tahun penjara.

“Ketiga terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain karena pembunuhan. Sebagaimana dalam dakwaan pertama yakni Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” pungkas hakim dalam sidang virtual di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/10/2021).

Majelis hakim berpendapat, adapun hal yang memberatkan, perbuatan para terdakwa mengakibatkan Djie Goon Gunawan alias Acek meninggal dunia. Sedangkan yang meringankan para terdakwa bersikap sopan di persidangan, menyesali perbuatannya dan belum pernah dihukum.

Usai mendengar putusan hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elisabet Panjaitan dan Nur Fransiska Rajagukguk yang sebelumnya menuntut ketiga terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup menyatakan pikir-pikir. Senada dengan para terdakwa melalui penasehat hukumnya.

Di luar sidang, anak korban bernama Selly mengaku tidak puas atas putusan tersebut. Dia berharap jaksa mengajukan banding karena dinilai perbuatan ketiga anak kosnya tersebut sangat kejam. “Tidak puas, harusnya seumur hidup karena kan memang pembunuhan berencana. Kita berharap sesuai tuntutan penjara seumur hidup. Seharusnya jaksa banding,” harapnya.

Dalam dakwaan JPU Elisabeth Panjaitan dan Nur Fransiska, terdakwa Faonasekhi Zamago bertemu Bezisokhi Zalukhu dan Aperseven Zalukhu di lantai 3 depan kamar kos. Mereka membicarakan bahwa Zamago akan dikeluarkan dari kosan karena belum bayar 3 bulan.

Zamago kebingungan mencari uang menutupi sewa kamar kos. “Tunggakan serupa juga dialami Bezisokhu. Saat itu, Zamago mengajak kedua terdakwa lain untuk merencanakan pembunuhan terhadap Djie Gon Gunawan (korban),” ujar JPU.

Enam hari kemudian sekitar jam 22.00 WIB, Zamago mulai melakukan rencana yang telah disepakati dengan kedua temannya. Zamago pun mendatangi kamar korban yang berada di lantai satu untuk berpura-pura membeli rokok. Ketika menyerahkan rokok, Zamago langsung menendang punggung korban.

“Lalu, Zamago mengantukkan batu ke kepala bagian belakang korban dan menyeretnya ke tempat tidur dengan posisi tubuh terlentang. Selanjutnya, Zamago naik ke lantai 3 dan memanggil kedua terdakwa lain. Mereka kembali memukuli kepala beserta wajah korban dengan tangan dan batu,” cetus Elisabeth.

Saat mereka masih memegang korban, tiba-tiba Alwi datang hendak membeli air minum. Alwi terkejut melihat ketiga terdakwa dan tak jadi membeli. Ketiga terdakwa langsung kabur meninggalkan rumah kos korban. Para terdakwa berhasil dibekuk tim Sat Reskrim Polrestabes Medan pada tanggal 9 Maret 2021. (RD)

Berita sebelumyaDidakwa Gelapkan Uang Teman, Fernando Sianturi Diadili
Berita berikutnyaVaksinasi Covid-19 Sasar Pelajar SMPN 7 STR Kota Tanjung Balai