Seminar Nasional Umuslim Bahas Kolaborasi Universitas dengan Pemerintah Daerah

214
Suasana seminar nasional digelar Umuslim yang dihadiri irektur Kelembagaan Dikti dan Sejumlah Bupati dan Walikota di Provinsi Aceh. (garudaonline/ Suherman Amin)

garudaonline-Bireuen | Universitas Al Muslim (Umuslim) melaksanakan Seminar Nasional dihadiri Direktur Kelembagaan Dikti, para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Aceh, di Gedung AAC Ampon Chiek Peusangan Matanggeulumpangdua, Sabtu (30/10/2021).

Pelaksanaan seminar membicarakan tentang kolaborasi universitas dengan pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan, pengembangan ekonomi, pertanian, perkebunan dan industri.

Rektor Umuslim Dr Marwan Hamid MPd mengucapkan selamat atas kehadiran Direktur Kelembagaan Dikti Kemendikbud Dr Ir Ridwan MSc, Kepala LLDikti 13 Aceh Prof Faisal Rani SH MHum dan Kepala BPSDM Aceh Saridin MPd.

Selain itu kepada Bupati Bireuen Dr H Muzakkar Agani SH MSi, Bupati Aceh Timur H Hasballah M Thaib, Wali Kota Langsa Dr Marzuki Hamid MA, Wali Kota Banda Aceh H Aminullah SE Ak MM, Bupati Nagan Raya HM Jamin Idham SE, Bupati Aceh Tengah Drs Shabela A Bakar, Plt Bupati Bener Meriah Dailami, Bupati Pidie Jaya H Aiyub Abbas, dan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib.

Rektor mengatakan, seminar nasional juga bertujuan mewujudkan kampus merdeka dan merdeka belajar di masa Covid-19 sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Disebutkan, pada pelaksanaan seminar nasional ini ikut andil memberikan kajian ilmiah Direktur kelembagaan Dikti Dr Ir Ridwan M.Si, Kepala LLDikti 13 Aceh Prof Faisal Rani dan sejumlah bupati dan wali kota menyampaikan ide dan gagasan sesuai potensi daerah kabupaten/ kota masing-masing.

Pantauan media ini yang juga menarik adalah seminar dilaksanakan sesuai Rencana Pembangunan Jangka menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 mendatang.

Pembangunan ekonomi akan dilaksanakan melalui pendekatan pengelolaan sumber daya ekonomi dan peningkatan nilai tambah ekonomi.

Ini menjadi pendekatan yang sinergi dan terpadu kebijakan lintas sektor mencakup pangan, ekonomi kreatif, pertanian, perkebunan, kemaritiman, industri, parawisata dengan pengembangan digital masa kini.

Bila ditilik dari letak geografis Provinsi Aceh dan potensi dimiliki daerah seperti Kabupaten Nagan Raya, Aceh Timur, Aceh Utara sekarang sudah berkembang perkebunan sawit.

Sementara Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah terkenal dengan perkebunan sawit. Banda Aceh dan Langsa menjadi sentra industri, kemaritiman dengan pengembangan pabrik/ perusahaan yang mampu menampung tenaga kerja, sehingga potensi SDM Aceh tertampung di perusahaan daerah.

Bireuen dan Pidie Jaya daerah sentra pertanian terutama memiliki areal sawah terbentang luas mencapai puluhan ribu hektar. Bagaimana bisa memanfaatkan dan mengamankan gabah tidak dijual ke Medan dan bisa dibeli perusahaan daerah penggiling gabah bertaraf nasional.

“Selain menghasilkan beras bermutu, dedak bisa untuk pakan ternak dan kebutuhan lainnya,” kata Dr drh Zulfikar MSi, dosen Fakultas Pertanian Umuslim disela sela sebelum seminar dimulai.

Sedangkan Dr M Danil MPd menyoroti tentang Pendidikan Aceh sejak zaman penjajahan Kolonial Belanda telah ada di Peusangan dengan lahirnya Jamiatul Almuslim pada 1929.

Dari cikal bakal masa lalu, maka Peusangan maju pendidikan sampai sekarang bahkan lahir Universitas Almuslim sejak 1997 membuktikan Peusangan sudah mengenal Pendidikan Tinggi dan telah banyak menciptakan SDM handal.

Selain itu, telah ada alumni Umuslim yang sudah pendidikan S3. Peluang ini harus dimanfaatkan bersama Pemkab/ Kota di Provinsi Aceh bersama Universitas Almuslim Bireuen dalam memanfaatkan SDA dan SDM bersinergi, berpadu demi masa depan gemilang sebagaimana harapan kita semua. (HERA)

Berita sebelumyaPD Al Washliyah dan GANN Jalin MoU dengan BPK ’45 Kabupaten Langkat
Berita berikutnyaSMP Negeri 4 Bireuen Ditetapkan Progam Sekolah Bullying