Sempat Ngeluh Sakit, Terpidana Suap Pasiruddin Daulay Meninggal Dunia

186

garudaonline – Medan | Beberapa kali sempat mengeluh sakit karena penyakit yang dideritanya, Pasiruddin Daulay selaku anggota DPRD Sumut periode 2009-2014, menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (30/3/2021) sekitar pukul 09.35 WIB.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kadiv PAS Kanwil Kemenkum HAM) Sumut, Anak Agung Gde Krisna mengatakan bahwa Pasiruddin merupakan terpidana suap ‘ketok palu’ dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

“Sebagaimana informasi yang saya terima dari Kalapas (Kepala Lapas), ada seorang WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) terpidana korupsi yang meninggal dunia karena sakit. Yang bersangkutan meninggal dunia setelah dirujuk oleh pihak emergency Lapas ke RS Royal Prima Medan karena kesadaran menurun,” jelas Anak Agung kepada wartawan, Rabu (31/3/2021).

Ditanya apa penyebab meninggalnya Pasiruddin, Anak Agung mengungkapkan, berdasarkan rekam medis, kondisi kesehatan terpidana suap yang dihukum selama 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta itu sebelumnya memang memiliki riwayat sejumlah penyakit dan tercatat sebagai pasien di RS Royal Prima Medan.

“Menurut rekam medisnya, yang bersangkutan ini memiliki riwayat beberapa penyakit, dia terdaftar sebagai pasien di rumah sakit. Pada tanggal 8 dan 12 Februari 2021 lalu, yang bersangkutan juga diperiksa kesehatannya karena mengeluh mencret, batuk dahak dan sesak nafas,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan, Erwedi Supriyanto menyatakan bahwa terpidana sudah menjalani hukuman selama 2 tahun. Dia memastikan bahwa Pasiruddin meninggal dunia bukan dikarenakan positif COVID-19.

“Kalau sakitnya yang pasti ada beberapa komplikasi tapi yang pasti bukan COVID-19,” ucap Erwedi. Saat ini, jenazah Pasiruddin sudah diserahkan dan diterima oleh pihak keluarga. (RD)

Berita sebelumyaPemko Binjai dan Kejaksaan Negeri Tandatangani MoU Bidang Perdata dan TUN
Berita berikutnyaEdarkan Sabu 8 Kg, Dua Warga Tanjung Balai Dituntut 18 Tahun