Sidang Suap, Terdakwa Sebut Kepsek MAN 3 Tawarkan Jabatan Kakan Kemenag Madina

132

garudaonline – Medan | Sidang dugaan suap jual beli jabatan sebesar Rp 750 juta dengan dua terdakwa yakni mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sumatera Utara (Kemenagsu), H Iwan Zulhami dan mantan Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Mandailing Natal (Madina), Zainal Arifin Nasution kembali digelar secara virtual di Ruang Cakra IV Pengadilan Tipikor Medan, Senin (28/6/2021).

Dalam sidang tersebut, terdakwa Zainal Arifin Nasution menyebut bahwa Kepala Sekolah MAN 3 Medan, Nurkholidah Lubis yang menawarkan kepada dirinya melalui telepon untuk menduduki jabatan Kakan Kemenag Madina.

“Langsung ditelpon Nurkholida, tidak ada perantara. Dia menawarkan mau jadi Kepala Kemenag Madina nggak ? Kalau mau cepat datang ke Medan. Sudah kita rundingkan dengan Kepala Kemenagsu (terdakwa Iwan Zulhami),” sebutnya menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Polim Siregar.

Menurut Zainal, saat itu, dia langsung mengaku kalau tidak punya uang kepada Nurkholidah. Meski begitu, dia bersama Nurkhokidah tetap bertemu dengan Iwan Zulhami di rumah pribadinya, kawasan Binjai.

“Sampai di rumah pak Iwan, yang membuka pembicaraan Nurkholidah. Katanya inilah yang dibicarakan itu. Ada 45 menit di sana,” ujar Zainal.

Dihadapan Hakim Ketua, Bambang Joko Winarno, Zainal mengatakan, saat itu, dia menyampaikan niatnya ingin menjadi Kakan Kemenag Madina kepada Iwan Zulhami. “Kita usahakan kata beliau (Iwan),” katanya.

Selama pembicaraan berlangsung, sambung Zainal, belum ada jumlah uang yang disepakati. Namun saat ingin pulang, Nurkholidah tiba-tiba membuat kode angka 7 yang maksudnya adalah Rp 700 juta ke Iwan.

“Pas di pintu disampaikan Nurkholidah, segini kan pak (angka 7) ke Iwan, itu disampaikan. Saya terkejut karena belum dibicarakan,” cetusnya.

Zainal mengaku, diperjalanan pulang, dia sempat protes ke Nurkholidah karena bingung darimana mendapatkan uang tersebut.

“Pulang dari rumah (Iwan), diperjalanan saya tanya maksudnya ? Saya keberatan dari mana saya ambil segitu. Lalu kata Nurkholidah. Itukan nanti bisa dicicil, berapa ada duit bapak ? Saya bilang Rp 250 juta,” tandasnya.

Selanjutnya, uang Rp 250 juta diserahkan secara tunai kepada Nurkholidah di Sekolah MAN 3 Medan. Selain itu, Zainal juga mengakui beberapa kali mentransfer uang ke rekening suami Nurkholida sebanyak 4 kali dengan total Rp 700 juta.

“Semuanya diserahkan melalui Nurkholidah. Ada berapa kali dikirim uang melalui rekening suami Nurkholida sebanyak 4 kali. Totalnya kesepakatan awal Rp 700 juta,” pungkasnya.

Setelah beberapa kali mentransfer uang tersebut, Zainal pun diangkat sebagai Plt Kakan Kemenag Madina. “Untuk  mengambil SK, terpaksa saya kirim Rp 50 juta lagi,” tutur Zainal.

Karena tak kunjung dilangkat menjadi Kakan Kemenag Madina, Zainal sempat menanyakan langsung kepada Iwan Zulhami. “Saya tanya, saya sudah serahkan uangnya ke Nurkholidah. Saya sudah ngasi Rp 700 pak, kata pak Iwan sabarlah sudah kita usulkan,” ucap Zainal. (RD)

Berita sebelumyaInstalasi Rehabilitasi Narkoba di RS Jiwa Muhammad Ildrem Diresmikan
Berita berikutnyaDua Mobil Tertimpa Pohon di Depan RSUP H Adam Malik 2 Korban Meninggal Dunia