Sopir Pribadi Agusman Transfer Rp80 Juta ke Irgan Chairul Mahfis

394

garudaonline – Medan | Mantan Wakil Bendahara Umum (Wabendum) PPP, Puji Suhartono dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI periode 2014-2019, Irgan Chairul Mahfiz kembali menjalani sidang sebagai terdakwa di Ruang Cakra II Pengadilan Tipikor Medan, Senin (8/3/2021).

Keduanya didakwa telah menerima suap dari Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) non aktif, Kharuddin Syah alias Haji Buyung sebesar Rp 200 juta. Dalam sidang lanjutan kali ini, penuntut umum dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menghadirkan sejumlah saksi.

Satu diantaranya yakni Robin Harahap selaku pegawai honorer di Pemkab Labura. Robin mengatakan, bahwa pada April 2018, dirinya pernah dihubungi oleh Agusman Sinaga dan diminta untuk mengirimkan uang sebanyak Rp 400 juta ke rekening atas nama Eka Aenea Hendrawan.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa uang tersebut merupakan kekurangan komitmen fee untuk pengurusan perolehan DAK APBN TA 2018 Bidang Kesehatan untuk pembangunan lanjutan RSUD Aek Kanopan Kabupaten Labuhanbatu Utara kepada Yaya Purnomo.

“Awalnya ditelpon Agusman Sinaga. Dia minta tolong ditransferkan uang dalam bungkus plastik warna hitam. Sampai di bank baru tau jumlahnya Rp 400 juta dikirim ke rekening atas nama Eka Anea Hendrawan. Kemudian saya setorkan,” katanya dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Sulhanuddin.

Saat dicecar hakim apakah Agusman ada mengatakan uang tersebut untuk apa, Robin menjawab tidak ada. Ia mengaku hanya dimintai tolong transfer lalu diberi uang minyak Rp 200 ribu. “Tidak tau pak hakim. Saya cuma dikasi uang minyak Rp 200 ribu,” ucapnya.

Saksi lain, Suryadi Sihombing selaku supir menuturkan, dirinya sempat ditugaskan Agusman agar mengirimkan uang sebesar Rp 80 juta untuk terdakwa Irgan Chairul Mahfiz.

“Saya dipanggil ke ruangan Agusman dia minta tolong transfer uang Rp 80 juta ke Irgan Chairul Mahfiz. Kemudian saya transfer ke Bank BNI cabang Aek Kanopan. Lalu saya kembalikan slip penyetoran yang pak Agusman Sinaga,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Aek Kanopan, dr T Mestika Mayang mengungkapkan, bahwa dalam beberapa kali pertemuan Coffe Morning, Haji Buyung sempat beberapa kali mengingatkan kepada sejumlah OPD kalau pembangunan RSUD Aek Kanopan harus direalisasikan.

“Sering, kalau kita harus bisa membangun RSUD Aek Kanopan. Karena rumah sakit yang ada sudah tidak memadai, karena selalu banjir, selalu mindah-mindah kan pasien. Bahkan habis anggaran Rp 100 juta hanya untuk septitank dan letaknya keadaanya tidak betul,” ungkapnya.

(rd)

Berita sebelumyaTragis! Dua Remaja di Deliserdang Tewas Tergilas Truk Tronton
Berita berikutnyaBekerjasama dengan PT Telkom, Kementerian PPPA Luncurkan Call Center SAPA 129