Tak Hanya di PHK, 21 Buruh Perempuan PT Lonsum Juga Digugat Rp2 Miliar

1341

garudaonline – Medan | Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI Sumut) mengutuk keras tindakan PT London Sumatera (Lonsum) Kebun Rambung Sialang Estate di Kabupaten Serdang Bedagai. Sebab perusahaan tersebut tak hanya memecat 21 buruh perempuan, tapi juga menggugat sebesar Rp2 miliar.

“Kejamlah, sudah buruh di PHK tanpa pesangon, malah sekarang buruh digugat PT Lonsum Rp2 miliar di Pengadilan Negeri Medan. Itu sangat keterlaluan,” tegas Ketua DPW FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo saat menggelar konferensi Pers bersama buruh PT. Lonsum Selasa (30/3/2021).

Menurut Willy, ke 21 buruh perempuan tersebut merupakan anggota PUK SPAI FSPMI di PT Lonsum Kebun Rambung Sialang Estate. Semuanya memiliki masa kerja paling 10 – 15 tahun. Kemudian, dengan alasan habis kontrak, pada awal Januari 2020 PT Lonsum melakukan PHK sepihak tanpa memberikan pesangon apapun kepada para buruh.

“Berdasarkan hal tersebut kami melalui PUK dan Konsulat Cabang FSPMI Kabupaten Serdang Bedagai melakukan upaya advokasi dengan mengadukan PHK 21 orang buruh perempuan tersebut ke Mediator Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Serdang Bedagai untuk perjuangkan hak buruh,“ jelasnya.

Setelah dilakukan proses sidang mediator di Disnaker Sergei, akhirnya April 2020 pegawai Mediator Disnaker mengeluarkan anjuran yang isinya agar PT Lonsum mempekerjakan kembali dan atau membayar pesangon dua kali ketentuan UU Ketenagakerjaan terhadap para buruh yang di PHK.

“Berdasarkan anjuran Disnaker tersebut, FSPMI tetap meminta itikad baik PT Lonsum agar mempekerjakan ke 21 orang buruh, akan tetapi hingga setahun lebih tidak ada jawaban dari perusahaan,” ungkap Willy.

Justru kata Willy, para buruh dikagetkan dengan gugatan PT Lonsum di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Medan. Di mana ke 21 buruh ini dipisah menjadi dua gugatan yakni 18 orang buruh dengan No Perkara : 11/Pdt.Sus.PHI/2021/PN Mdn. Dan 3 orang buruh dengan No Perkara : 12/Pdt.Sus.PHI/2021/PN Mdn.

“Dalam kedua gugatan itu, selain tidak mengakui itu pekerja, Pihak PT Lonsum justru menuntut ganti rugi membayar honor pengacara PT Lonsum, dan membayar kerugian material perusahaan sebesar Rp1 miliar untuk masing masing gugatannya, sangat kejam sekali,” terang Willy.

Willy mengatakan, sebagai warga negara yang baik, pihaknya juga telah mendampingi ke 21 buruh melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH FSPMI), saat ini sedang mempersiapkan jawaban gugatan sekaligus menggugat balik secara hukum atau rekonvensi. Selain itu kata Willy pihaknya akan melakukan aksi solidaritas buruh Sumut di Kantor Pusat Lonsum di Medan atas dugaan perbuatan yang tidak manusiawi ini.

“Kita akan lawan, kekejaman ini di PT Lonsum, kita akan siapkan aksi unjuk rasa solidaritas seluruh anggota FSPMI Sumut untuk 21 buruh PT Lonsum dalam waktu dekat” tegasnya.

Lebih lanjut, Willy juga berharap, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut dapat menurunkan Tim Pengawasan Ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti laporan FSPMI Sumut terkait pelanggaran UU Ketenagakerjaan dan dugaan pemberangusan serikat pekerja di PT Lonsum yang sudah lama dilaporkan para buruh.

“Terkait kasus ini, maka kami minta ketegasan bapak Kadisnaker Sumut turun langsung dan melakukan upaya penegakan hukum di PT Lonsum tersebut,” pungkas Willy.

(Nor)

Berita sebelumyaBupati Zahir Serahkan Bantuan 16 Sepeda Motor untuk Korwas dan Korwil Pendidikan
Berita berikutnyaBrimob Polda Sumut Gelar Ujian Beladiri Berkala