Tangkal Terorisme, Rajamin Sirait : Aktifkan Kembali Siskamling

494

garudaonline – Medan | Peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan tragedi kemanuasiaan.

Tanggung jawab keamanan tidak bisa sepenuhnya menjadi tugas aparat, namun harus menjadi tanggungjawab bersama seluruh masyarakat.

“Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya sangat berperan penting dalam mengantisipasi tindakan radikal dan terorisme,” kata Ketua Umum Pemuda Mitra Kamtibmas (PMK) Rajamin Sirait, S.E.

“Seandainya masyarakat lebih peduli dengan wilayah tempat domisilinya, tentunya peristiwa seperti bom bunuh diri tidak akan terjadi,” sambung Rajamin.

Tokoh masyarakat Sumatera Utara ini mengatakan untuk mengantisipasi tindakan teror, upaya yang bisa dilakukan masyarakat dengan menghidupkan kembali Siskamling (sistem keamanan lingkungan) di tempat tinggalnya masing-masing.

Pelaksanaan Siskamling, terang Rajamin, merupakan langkah pencegahan yang sangat tepat, karena selain upaya menekan tindakan kejahatan, Siskamling juga sebagai upaya deteksi dini dari tindakan yang mengarah radikalisme dan terorisme.

“Aparat keamanan memiliki keterbatasan dalam melakukan perlindungan terhadap masyarakat. Kita sendiri sebagai masyarakat harus membantu aparat keamanan dalam menjaga kamtibmas di lingkungan kita. Bila Siskamling bisa kembali digalakkan saya yakin, tindakan radikalisme dan terorisme bisa kita redam,” ujarnya.

Rajamin menyebutkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sangat dibutuhkan. Masyarakat bisa menjadi kamera pengawas hidup yang memantau situasi dan kondisi di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

“Bila kita sebagai masyarakat peduli terhadap lingkungan kita. Maka kita bisa membantu aparat keamanan untuk mengawasi bilamana ada tindakan-tindakan yang mencurigakan,” bebernya.

Menurut Rajamin tindakan radikalisme dan terorisme, disebabkan doktrin yang salah diberikan kepada orang-orang yang memiliki kekurangan, baik secara materi maupun ilmu pengetahuan.

Doktrin itu akan menciptakan pemahaman sebuah kebenaran bagi orang yang didoktrin. Kemudian menganggap perbuatan yang salah dan merugikan banyak orang, sebagai perbuatan yang benar.

“Doktrin yang salah ini harus ditangkal dengan doktrin juga. Kita memiliki doktrin Pancasila yang sangat ampuh untuk menangkal doktrin radikalisme dan terorisme. Doktrin Pancasila inilah yang perlu kita sosialisasikan lebih rutin kepada masyarakat,” usul Rajamin.

(nor)

 

Berita sebelumyaHendro Susanto : Aksi Bom Tidak Dibenarkan Agama Manapun
Berita berikutnyaPedagang Bakso Keliling Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya