Terbukti Jadi Kurir 1 Kg, Dua Mahasiswa Asal Aceh Divonis 12 Tahun

108
Saat pembacaan putusan berlangsung. (Ist) 
Saat pembacaan putusan berlangsung. (Ist) 

garudaonline – Medan | Hakim Ketua, Denny Lumban Tobing menjatuhkan hukuman kepada dua terdakwa yakni Abdurazak alias Radak dan Khairil Maulana alias Maulana masing-masing selama 12 tahun penjara serta denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Dua mahasiswa asal Aceh ini dinyatakan terbukti menjadi kurir narkotika jenis sabu seberat 1 kg ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Menjatuhkan hukuman kepada kedua terdakwa masing-masing selama 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan,” tandas hakim dalam sidang virtual di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (29/6/2021).

Majelis hakim berpendapat, adapun yang memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah memberantas narkotika. Sedangkan hal meringankan, keduanya bersikap sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum.

“Perbuatan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Usai mendengar putusan, tanpa pikir panjang kedua terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Tarigan menyatakan terima. “Terima pak,” ucap kedua terdakwa.

Dalam dakwaan JPU Maria Tarigan, pada November 2020, terdakwa Abdurazak disuruh oleh Cik Nanda datang ke rumahnya karena ada kerjaan. Lalu, Abdurazak dan Khairil berangkat menuju ke rumah Cik Nanda.

“Sesampainya di rumah Cik Nanda, kedua terdakwa ditawari kerja agar berangkat mengantar sabu dari Aceh ke Bandara Kuala Namu Medan. Selanjutnya kedua terdakwa mengantarkan sabu itu dengan menaiki pesawat ke Lombok, NTB,” jelas JPU.

Untuk tiket pesawat, akan dikirim ke WhatsApp (WA) masing-masing terdakwa. Setelah paket sabu disiapkan dan Cik Nanda menyimpan barang haram itu ke dalam sepatu. Lalu, diserahkan kepada kedua terdakwa dan sepatu tersebut berisi 4 paket sabu seberat 1 kg.

“Kedua terdakwa diberi uang jalan oleh Cik Nanda sebesar Rp 4.500.000. Masing-masing terdakwa mendapat Rp 2.250 000,” ujar Maria Tarigan.

Namun, apabila berhasil membawa paket sabu tersebut ke Lombok, kedua terdakwa akan diberi upah masing-masing Rp 13 juta. Sehingga kedua terdakwa pun tergiur dengan upah tersebut.

Pada Sabtu tanggal 14 November 2020, kedua terdakwa berangkat ke Medan dan menginap di hotel. Selanjutnya, pada Minggu tanggal 15 November 2020, tiket pesawat dikirim ke WhatsApp kedua terdakwa.

Mereka berangkat dari hotel ke Bandara Kuala Namu Medan. “Saat kedua terdakwa tiba di bandara, tiba-tiba petugas kepolisian datang dan melakukan penangkapan,” pungkas Maria. (RD)

Berita sebelumyaKejati Sumut Vaksin Massal 1.500 Masyarakat Medan
Berita berikutnyaPertamina Sumbagut Launching Prohealth