Terdampak Pandemi, Pekerja Seni Medan Mengamen di Perempatan Jalan

289
Ngamen di perempatan jalan

garudaonline – Medan | Dampak pandemi Covid-19 kian dirasakan oleh pekerja seni di Medan. Tak sedikit yang kehilangan mata pencaharian sejak awal virus corona mewabah. Pembatasan yang diberlakukan membuat para pekerja seni kehilangan pekerjaan.

Perwakilan Pekerja Seni Medan, Jhon mengaku untuk bisa survive mereka terpaksa turun ke jalan mengamen. Namun begitu mereka tetap mewanti-wanti agar tidak terjadi kerumunan.

“Kami tidak ada pemasukan. Mata pencaharian kami hilang. Lalu saya bilang sama kawan- kawan agar memanfaatkan keahlian bermusik menghibur masyarakat di jalan, tapi yang penting tetap mendukung aturan pemerintah jangan berkerumun,” kata Jhon, Rabu (11/8).

Sebelum pandemi Covid-19, tambah Jhon, mereka manggung di hotel -hotel berbintang. Akan tetapi selama pandemi mereka sama sekali putus manggung.

“Gimana pengusaha bisa membayar kami, usahanya saja buka sampai jam 9 malam padahal jam 9 malam tamu baru datang tapi kami berharap secepatnya normal lagi,” beber Jhon.

Saat awal Pandemi Covid- 19, para pekerja seni tak mendapat job lagi di hotel-hotel. Jhon bersama temannya pun mencoba peruntungan dengan manggung di kafe-kafe. Sayangnya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menyebabkan kafe-kafe gulung tikar. Alhasil mereka tak punya pemasukan lagi.

“Sebenarnya ini sudah kami lakukan pada awal pandemi tahun lalu. Hanya saja kemarin sempat mulai buka kafe jadi berhenti kami. Tapi belakangan ada kebijakan PPKM dan lanjut PPKM Darurat hingga terjadi penyekatan dan kafe kafe tempat kami manggung pada tutup, jadi kami turun lagi sekarang,” jelas Jhon.

Menurut Jhon, mereka telah mengirim surat ke Wali Kota Medan agar diberi izin untuk mengamen di perempatan jalan di Medan. Berbekal izin, mereka lantas memulai aksinya dengan memboyong alat musik di perempatan jalan.

Penampilan grup musik yang biasa manggung di hotel berbintang itu cukup menghibur. Mereka menyanyikan lagu-lagu lawas era 60-an dan 70-an. Aksi mereka mampu menimbulkan kepedulian dari pengguna jalan. Banyak juga memberikan sumbangan.

“Tidak ada kerumunan, kami mendukung vaksin dan mendukung program pemerintah. Dan Alhamdulillah banyak orang yang bersimpati , dan peduli. Kawan-kawan mulai bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” paparnya.

Jhon menyebutkan sejak turun mengamen, animo masyarakat cukup positif dan banyak pengguna jalan bersimpati. Jhon berharap agar pemerintah memberikan kepedulian kepada pekerja seni.

“Dilema memang, tapi kita hanya berharap jika ada kawan-kawan yang membuat seperti ini yang tidak membuat kerumunan tolong diberikan ruang,” bebernya.

(Nor)

Berita sebelumyaBupati Bireuen : Di Tengah Pandemi, Pertanian Garda Terdepan Penuhi Kebutuhan Pangan
Berita berikutnyaKAI Dukung Penuh Kehadiran KA Bandara Yogyakarta Internasional Airport