Terima Berkas dari Polda Sumut, JPU Teliti Berkas Tiga Tersangka Vaksin Ilegal

116
Ilustrasi.
Ilustrasi.

garudaonline – Medan | Tiga berkas milik tiga tersangka kasus dugaan suap jual beli vaksin COVID-19 ilegal telah diterima Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dari penyidik Polda Sumut.

Kini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih meneliti kelengkapan berkas tersebut. “Berkas sudah (diterima). Tanggal 21 Juni 2021 lalu,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian kepada wartawan, Senin (5/7/2021).

Sumanggar mengatakan, pihaknya menerima tiga berkas dari masing-masing tersangka. Namun, dia belum menjelaskan detail apakah berkas-berkas tersebut sudah lengkap semuanya atau belum.

“Tiga berkas sesuai dengan tersangkanya. Tiga tersangka, tiga berkas,” katanya. Ketiga berkas itu milik tersangka dr IW selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, dr KS selaku ASN Dinkes Sumut dan SW selaku wiraswasta yang berkediaman di Jalan Garuda Komplek Garuda Kecamatan Medan Polonia.

Sumanggar menyebut, berkas ketiga tersangka masih diteliti oleh jaksa peneliti. “Itu masih diteliti oleh jaksa peneliti. Nanti hasil dari penelitian jaksanya disampaikan apakah sudah lengkap, sudah memenuhi syarat formil dan materiil atau belum. Kalau nanti sudah lengkap itu bisa kita terbitkan P21,” pungkas mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 5 ayat (1) atau Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sebelumnya, penyidik Polda Sumut menetapkan empat tersangka terkait kasus ini. Keempat tersangka itu terdiri dari dua ASN Dinkes Sumut, IW dan KS, seorang ASN Kanwil Kemenkum HAM Sumut, SH serta seorang swasta, SW.

Para tersangka diduga melakukan suap menyuap dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi COVID-19 yang tidak sesuai peruntukannya kepada beberapa kelompok masyarakat. (RD)

Berita sebelumyaLagi, Polres Asahan Gelar Vaksinasi Massal di Delapan Puskesmas
Berita berikutnyaRugikan Negara Rp 244 Juta Kepsek Madrasah Aliyah Jalani Sidang