Terima Sabu 5 Kg, Warga Batubara Dituntut 18 Tahun

196
Terdakwa, Muhammad Junaidi Bin Adlen saat menjalani sidang virtual. (Ist) 
Terdakwa, Muhammad Junaidi Bin Adlen saat menjalani sidang virtual. (Ist) 

garudaonline – Medan | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Priono Naibaho menuntut seorang pria tamatan SMA bernama Muhammad Junaidi Bin Adlen (30) selama 18 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Warga Jalan Baung Dusun Masjid Kelurahan Sei Buah Keras Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara ini dinilai terbukti menjadi kurir narkotika jenis sabu seberat 5 kg.

“Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Muhammad Junaidi Bin Adlen selama 18 tahun dan denda Rp 1 miliar. Apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan,” tandas JPU dalam sidang virtual di Ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (20/5/2021).

Dalam nota tuntutan JPU, adapun hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berterus terang, mengakui perbuatannya dan belum pernah dihukum.

“Perbuatan terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” ujar Chandra di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Syafril Pardamean Batubara.

Dalam dakwaan JPU Chandra Naibaho, pada Selasa tanggal 15 September 2020 sekira jam 10.00 WIB, terdakwa Muhammad Junaidi Bin Adlen ditelepon dan disuruh Bang Zul (DPO) untuk mengambil sabu. Bang Zul memberitahukan bahwa akan ada seseorang yang akan menghubungi terdakwa.

Selang 15 menit kemudian, terdakwa dihubungi oleh seseorang yang tidak dikenal dan memberitahukan bahwa nanti sore agar mengambil sabu. “Sekitar jam 19.00 WIB, terdakwa diajak untuk bertemu di Jalan Helvetia dekat Gerbang Tol Helvetia,” ujar JPU.

Terdakwa langsung berangkat menuju ke tempat yang dimaksud dengan menggunakan kereta Honda Beat. Setelah bertemu, seseorang tersebut mengeluarkan tas warna hitam merk Adidas berisi 5 bungkus sabu dan diletakkan di bagian depan stang kereta terdakwa.

“Ketika menerima tas berisi 5 bungkus sabu itu, tiba-tiba petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) datang dan menangkap terdakwa. Namun, seorang yang memberi sabu itu berhasil melarikan diri. Saat tas itu digeledah, petugas menyita sabu seberat 5 kg” pungkas Chandra. (RD)

Berita sebelumyaPersonel Gabungan Razia Prokes ke Pool Bus di Padang Bulan
Berita berikutnyaWarga Babura Lama Resah dengan Restoran Dimsum dan Steamboat