Tetanus Neonatorum Muncul, Ketua IDAI Sumut Minta Masyarakat Tingkatkan Imunisasi

176
Ketua IDIAI Sumut berikan penjelasan kepada wartawan usai dilantik. (Ist)
Ketua IDIAI Sumut berikan penjelasan kepada wartawan usai dilantik. (Ist)

garudaonline – Medan | Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumut, Yazid Dimyati mengungkapkan selama enam bulan terakhir di 2021 muncul 6 kasus tetanus di RSUP H Adam Malik Medan. Dari 6 kasus tersebut, 1 di antaranya merupakan tetanus bayi baru lahir (neonatorum).

“Imunisasi rutin ini menurut saya lebih penting lagi. Kita selama dua tahun ini sibuk Covid-19, itu aja. Kitakan sudah lama tidak dapat (kasus) tetanus, kok belakangan ini muncul. Bahkan 1 kasus tetanus neonatorum,” kata Yazid Dimyati usai dilantik sebagai Ketua IDAI Sumut periode 2021-2024 di Medan, Rabu (29/12).

Menurutnya jika program imunisasi rutin bagus dan luka baru lahirnya bersih, maka seharusnya kasus tetanus neonatorum tidak ada lagi. “Ini peringatan buat kita di Sumut, kalau ada kasus-kasus seperti itu. Itu artinya kita harus memperbaiki (imunisasi rutin) semuanya,” imbuhnya.

Apakah dengan munculnya kasus tetanus neonatorum yang sudah lama tidak ada menunjukkan imunisasi rutin terhadap bayi dan balita rendah? “Secara umum itu bisa mencerminkan, tapi seberapa rendahnya saya tidak bisa pastikan karena perlu data yang baik. Tapi itu mencerminkan kalau kita harus lebih meningkatkan imunisasi rutin ini, jangan hanya fokus di Covid-19 saja,” ungkapnya.

Sebab, berdasarkan data yang ada, pasien yang mengalami tetanus tersebut sebagian besar tidak pernah mendapatkan imunisasi, salahsatunya DPT (difteri, pertusis, tetanus). “Dari datanya seingat saya, sebagian besar tidak pernah diimunisasi. Karena orang-orang yang anti diimunisasi juga banyak, inilah yang perlu kita edukasi,” tuturnya.

Sementara itu, dalam pelantikan tersebut, Ketua Umum IDAI Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) mengajak seluruh dokter spesialis anak untuk berlomba-lomba melayani masyarakat lebih baik lagi.

“Ini terinspirasi dari ayat suci Alquran, Berlomba-lomba dalam kebaikan. Oleh karena itu, semangat berlomba dan memberi yang terbaik itu harus diresapi bersama oleh Pengurus IDAI,” ungkapnya.

Dia juga meminta dokter spesialis anak di Sumut tidak sombong, karena pada hakikatnya dokter itu adalah pelayan. “Pada hakikatnya kita adalah pelayan. Maka kita tidak boleh sombong, karena kita pelayan, yang kita layani anak-anak Indonesia agar mereka sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

(Nor)

Berita sebelumyaUngkap Peredaran Narkotika, Kapolda Jatim : Ada Peran Masyarakat dalam Berantas Narkoba
Berita berikutnyaJaga Lingkungan dan Keberlanjutan SDG’s, PLN Raih 8 Proper Emas dan 20 Proper Hijau