Tiga Warga Bireuen Dihukum Cambuk 129 Kali di Depan Umum

206
Pelaksanaan hukum cambuk dilaksanakan algojo terhadap tiga warga Bireuen di depan umum. (garudaonline/ Suherman Amin)

garudaonline-Bireuen | Tiga warga Bireuen menjalani hukuman cambuk di depan umum yaitu di halaman Komplek Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Kecamatan Kota juang Kabupaten Bireuen, Jumat (20/8/2021).

Ketiga warga yang menjalani uqubat cambuk sebanyak 129 kali cambuk dengan rincian Z bin B (29), warga Kecamatan Samalanga 100 kali cambuk, R bin AW (45) 20 kali cambuk dan dan F bin AB (36) 9 kali cambuk, warga Kecamatan Jeunib.

Z bin B (29) warga Geulumpang Bungkok Kecamatan Samalanga harus ikhlas menerima cambuk 100 kali setelah divonis bersalah melanggar Pasal 34 Qanun No 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat, dan terbukti melakukan jarimah zina terhadap anak di bawah umur.

Selain itu, Z bin B walaupun sudah menjalani hukuman cambuk sebanyak 100 kali, namun tetap harus ikut menjalani pidana penjara selama 6 bulan di Lapas Kelas II Bireuen.

Sementara, R bin AW (45) warga Gampong Dayah Blang Ralee kecamatan Jeunib harus menjalani hukuman cambuk 20 kali dan dikurangi masa penahanan, R Bin AW dicambuk 19 kali, karena terbukti bersalah melanggar Pasal 18 Qanun Aceh No 14/2014, melakukan jarimah maisir atau judi.

Sedangkan, F bin AB (36) warga Dusun Kuala Gampong Lancang Kecamatan Jeunib yang juga terbukti melakukan jarimah maisir dihukum cambuk sembilan kali dan setelah dikurangi masa tahanan dijalani, F Bin AB dicambuk tujuh kali.

Pada kesempatan itu, Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi mengatakan, ketentuan Qanun Aceh 2014 tentang hukuman Jinayah (hukum pidana Islam) harus diketahui seluruh masyarakat dan benar-benar dipahami.

Terkait masalah tersebut, perlu adanya pemahaman yang konkret apalagi menyangkut masalah pemberian hukuman tersebut.

“Saya berharap dalam sosialisasi yang dilaksanakan pihak Satpol PP/ WH kepada masyarakat, mereka harus benar-benar paham sehingga dapat membedakan antara hukum jinayah di Aceh dan hukum lain di Indonesia,” harapnya.

Bupati Muzakkar mengimbau masyarakat, menjauhkan diri serta meninggalkan perbuatan yang merusak diri sendiri serta tatanan sosial di tengah masyarakat. (HERA)

Berita sebelumyaLakalantas di Aceh Timur : Truk Kontainer Tabrak Pohon Mangga
Berita berikutnyaTP2GP Lakukan Verifikasi Usulan Pahlawan Nasional dari Aceh