TNI AL Tangkap 2 Kapal Pengangkut 83 PMI Ilegal

202
Kapal Patroli keamanan laut Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai Asahan mengamankan 2 kapal yang mengangkut 83 orang yang akan melakukan perjalanan ke Malaysia sebagai PMI ilegal di perairan Muara Sungai Asahan, Tanjung Balai, Sumatera Utara, Kamis (8/4/2021).

garudaonline – Medan | Kapal Patroli keamanan laut Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai Asahan mengamankan 2 kapal yang mengangkut 83 orang yang akan melakukan perjalanan ke Malaysia sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di perairan Muara Sungai Asahan, Tanjung Balai, Sumatera Utara, Kamis (8/4/2021).

Kapal tanpa nama dengan ukuran 5 GT tersebut, ditangkap pada pukul 03.00 WIB di perairan Muara Sungai Asahan pada koordinat 99° 51,8’ T – 03° 01’ U. Pada saat diperiksa kapal kayu tanpa nama yang dinahkodai MW, dengan 2 orang ABK membawa 37 orang terdiri dari 24 Orang pria, 12 orang wanita serta satu orang balita perempuan.

Dari hasil pengembangan keterangan penangkapan kapal kayu tersebut, TNI AL kembali menggagalkan usaha penyelundupan dengan motif yang sama dengan menangkap kembali kapal kayu tanpa nama dengan tiga ABK yang memuat  46 orang terdiri dari 27 pria, 17 wanita, 1 anak perempuan, 1 anak laki-laki.

Para penumpang kapal kayu tanpa nama dengan nakhoda RH disinyalir akan menjadi TKI ilegal di Malaysia. Modusnya penumpang akan dibawa ke perbatasan dan akan di pindahkan ke kapal Pukat Tarik (Trawl) dari Malaysia yang selanjutnya dibawa ke wilayah Malaysia.

“Tim Patroli Gabungan TNI AL melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap dua kapal kayu yang diduga membawa PMI secara Ilegal dari Tanjungbalai menuju Malaysia,” kata Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal l) Belawan Brigjen TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso, Jumat (9/4/2021).

“Menindaklanjuti Komitmen Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, Koarmada I tidak akan pernah mengendorkan komitmennya dalam melakukan pemberantasan segala bentuk pelanggaran hukum dan kejahatan di laut yurisdiksi nasional, utamanya di wilayah kerja Koarmada I, walaupun di tengah Pandemi Covid-19” tegasnya.

Terhadap dua kapal tanpa nama beserta ABK dan penumpang yang ditangkap di Perairan Bagan Asahan Sumatera Utara selanjutnya dibawa menuju Lanal Tanjungbalai Asahan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan tetap melakukan protokol kesehatan Covid-19.

Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh kedua kapal dan nahkoda adalah pelanggaran terhadap No. 17 Tahun 2008 tentang pelayaran yang akan disidik oleh petugas berwenang Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan, sedangkan pelanggaran keimigrasian akan ditangani oleh petugas  dari Imigrasi Tanjungbalai Asahan.

Menanggapi dua kejadian penangkapan tersebut, Panglima Komando Armada I Laksda TNI Abdul Rasyid mengatakan patroli TNI AL akan selalu hadir melaksanakan tugas patroli yang memang merupakan hal rutin dilaksanakan terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur keluar masuk tidak resmi baik itu penyelundupan tenaga kerja ilegal, komoditi dari luar negeri, barang ilegal, bahkan narkoba yang saat ini disinyalir masih saja terjadi di Wilayah Kerja Koarmada.

Dia mengatakan Perairan Timur Sumatera di sepanjang Selat Malaka yang berbatasan dengan negara tetangga masih banyak digunakan sebagai perlintasan penyelundupan tenaga kerja ilegal. Melalui pangkalan-pangkalan jajaran Koarmada I, TNI AL akan terus melakukan pengawasan dan melaksanakan pemberantasan tindakan penyelundupan baik itu tenaga kerja ilegal, narkotika, penyelundupan komoditi dan tindakan ilegal lainnya yang berpotensi terjadi” paparnya.

(nor)

Berita sebelumyaGempa 4,1 Magnitudo Dirasakan di Panyabungan Sumut
Berita berikutnyaTP2DD Diklaim Bisa Tingkatkan PAD Sumut di Tengah Pandemi Covid